TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Tangsel Diguyur Hujan Lebat Selama 4 Hari

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Senin, 19 Januari 2026 | 07:00 WIB
Ist.
Ist.

CIPUTAT-Hujan lebat diprakirakan landa Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga 22 Januari 2026 mendatang. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II mengeluarkan peringatan dini terkait hal itu. 

 

Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto mengatakan, Tangsel menjadi salah satu wilayah di Provinsi Banten yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi, khususnya pada periode 17-19 Januari 2026. Potensi hujan masih berlanjut dengan intensitas sedang hingga lebat pada 20-22 Januari 2026.

 

“Hujan sangat lebat ini perlu diantisipasi karena dapat memicu genangan, banjir lokal, serta dampak turunan lainnya, terutama di kawasan perkotaan dengan kepadatan tinggi seperti Tangsel,” ujar Hartanto, Sabtu (17/1).

 

 Menurut Hartanto, kondisi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor dinamika atmosfer yang saling memperkuat. Salah satunya adalah penguatan Monsun Asia yang meningkatkan suplai massa udara basah ke wilayah Indonesia, termasuk Banten.

 

Selain itu, terdapat potensi seruakan udara dingin (cold surge) dari Benua Asia yang mempercepat aliran monsun melintasi wilayah ekuator.

 

Faktor lain yang turut berperan adalah anomali suhu muka laut yang lebih hangat di perairan sekitar Indonesia. Kondisi ini meningkatkan proses penguapan sehingga ketersediaan uap air di atmosfer menjadi lebih banyak dan mendukung pembentukan awan hujan dengan intensitas tinggi.

 

 “Selain itu, keberadaan Bibit Siklon Tropis 96S turut memengaruhi pola angin regional dan memicu terbentuknya daerah konvergensi yang memanjang dari Pesisir Barat Sumatera hingga wilayah selatan Pulau Jawa,” jelasnya.

 

Kombinasi faktor tersebut diperkuat oleh kelembapan udara yang tinggi dan kondisi atmosfer yang labil, sehingga sangat mendukung pertumbuhan awan konvektif, khususnya pada skala lokal. Kondisi inilah yang membuat hujan dapat turun dengan intensitas lebat hingga sangat lebat dalam durasi yang relatif singkat.

 

BMKG mengimbau masyarakat Tangsel, khususnya yang tinggal di daerah rawan genangan, bantaran sungai, dan kawasan dengan sistem drainase terbatas, untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengguna jalan juga diminta berhati-hati terhadap potensi jalan licin, jarak pandang terbatas, serta risiko pohon tumbang akibat hujan lebat disertai angin kencang.

 

“Masyarakat diharapkan selalu memantau informasi cuaca terbaru melalui aplikasi InfoBMKG dan media sosial resmi BMKG Wilayah II agar dapat melakukan langkah antisipatif lebih dini,” tegas Hartanto.

 

Selain Kota Tangerang Selatan, hujan lebat hingga sangat lebat juga diprakirakan terjadi di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang pada periode yang sama. Sementara, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang melanda Kabupaten Lebak, Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Cilegon.

 

Dalam sepekan terakhir, curah hujan tinggi telah memicu sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi di Provinsi Banten, seperti banjir yang belum surut di Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang, serta tanah longsor di Kabupaten Lebak.

 

BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang lebih dari 25 knot dan banjir pesisir (rob) di sejumlah wilayah pesisir Banten pada periode 18-22 Januari 2026, seiring adanya fase Bulan Baru dan peningkatan muka air laut.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit