DP3AP2KB–PDWI Perkuat Sinergi Perlindungan Perempuan dan Anak
CIPUTAT – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang Selatan memperkuat sinergi program dengan Pimpinan Daerah Wanita Islam (PDWI) melalui kunjungan koordinasi ke Sekretariat PDWI, beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Kota Tangsel, Mercy Apriyanti mengatakan, koordinasi tersebut difokuskan pada pembahasan peluang kolaborasi program yang sejalan dengan tugas dan fungsi DP3AP2KB, khususnya dalam perlindungan perempuan dan anak serta pembangunan keluarga.
Menurut Mercy, sinergi dengan organisasi masyarakat menjadi sangat penting di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tangsel. Upaya perlindungan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah.
“Perlindungan perempuan dan anak tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi dengan masyarakat, termasuk organisasi perempuan dan keagamaan, agar pencegahan dan penanganannya bisa lebih optimal,” ujarnya, Selasa (20/1).
Ia menjelaskan, saat ini Pemkot Tangsel telah memiliki Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) sebagai layanan penanganan kasus. Namun, langkah pencegahan tetap harus diperkuat melalui peran aktif masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Mercy menekankan pentingnya penyelarasan program antara DP3AP2KB dan organisasi perempuan. Salah satunya melalui pelaporan dan pemetaan kegiatan organisasi agar dapat disinergikan dengan program pemerintah.
Mercy juga memaparkan keberadaan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) sebagai layanan konsultasi keluarga yang membutuhkan dukungan masyarakat, khususnya relawan yang memiliki kompetensi sebagai psikolog maupun konselor.
“Selama ini sosialisasi perlindungan perempuan dan anak masih banyak dilakukan oleh lembaga formal. Ke depan, kami berharap bisa menjangkau lembaga informal di masyarakat agar pesan perlindungan ini lebih luas,” katanya.
Selain itu, Mercy menyampaikan bahwa organisasi masyarakat dapat berperan aktif dalam perencanaan pembangunan melalui mekanisme musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang). Namun, usulan yang disampaikan perlu dikawal hingga tahap pelaksanaan dengan berkoordinasi bersama pemangku kepentingan di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Koordinasi tersebut juga membahas berbagai program pembangunan keluarga, mulai dari pembinaan keluarga yang memiliki balita, remaja, hingga lansia, pencegahan perkawinan usia dini, penyalahgunaan narkotika, hingga edukasi pernikahan sebagai upaya pencegahan stunting.
“Pembangunan keluarga menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang berkualitas. Ini membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan semua pihak,” ujarnya.
Mercy menambahkan, DP3AP2KB juga mendorong penguatan program pemberdayaan ekonomi keluarga serta pengembangan kampung keluarga berkualitas di tingkat kelurahan sebagai gerakan bersama.
Sebagai tindak lanjut, DP3AP2KB berharap anggota PDWI dapat bersinergi sebagai agen perlindungan perempuan dan anak dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan. Ke depan, kolaborasi akan terus diperkuat melalui kegiatan sosialisasi serta pertemuan lanjutan guna memastikan program berjalan berkesinambungan.
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 19 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu


