Investasi Di Pandeglang Tembus Rp 1,197 Triliun
Sepanjang Tahun 2025 Melampaui Target Dibanding 2024
PANDEGLANG - Pertumbuhan investasi di Kabupaten Pandeglang semakin menggeliat, tercatat sepanjang tahun 2025 lalu oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, realisasi investasi menembus angka Rp 1,197 triliun. Capaian tersebut melampaui target dan menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun 2024 lalu.
Jabatan Fungsional Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya pada DPMPTSP Pandeglang, Dhania mengatakan, realisasi investasi tahun 2025 tumbuh sebesar 36,3 persen dibandingkan tahun 2024. Menurut dia, capaian ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Kabupaten Pandeglang.
“Alhamdulillah, realisasi investasi Kabupaten Pandeglang sepanjang tahun 2025 lalu mencapai Rp 1,197 triliun. Ini mencerminkan keberhasilan pembangunan ekonomi daerah dan meningkatnya kepercayaan investor kepada pemerintah daerah,” kata Dhania, Minggu (25/1).
Salah satu faktor yang melatarbelakangi peningkatan realisasi investasi tersebut ungkapnya, meningkatnya kesadaran pelaku usaha dalam melaporkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Hal ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat yang memberikan pemberitahuan, hingga sanksi bagi pelaku usaha yang tidak menyampaikan laporan secara berkala.
“Sekarang pelaku usaha mendapat pemberitahuan atau teguran dari pusat terkait kewajiban laporan LKPM setiap triwulan. Jika tidak melaporkan!bisa dikenakan sanksi, sanksinya berupa surat peringatan hingga pembekuan kegiatan usaha,” jelasnya.
Adapun sektor usaha yang mengalami peningkatan realisasi investasi pada tahun 2025 antara lain sektor makanan, perumahan, dan perkantoran. Ketiga sektor tersebut dinilai menjadi penopang utama pertumbuhan investasi di Pandeglang.
Terkait capaian realisasi investasi yang mendekati Rp 1,2 triliun, DPMPTSP Pandeglang juga melakukan evaluasi terhadap iklim investasi daerah. Hasil evaluasi menunjukkan respons positif dari para investor.
“Dengan meningkatnya realisasi investasi, otomatis tingkat kepercayaan investor juga meningkat. Investor dari luar daerah semakin yakin untuk menanamkan modalnya di Pandeglang,” kata Dhania.
Ke depan katanya lagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang akan mendorong peningkatan investasi melalui pemberian fasilitasi, insentif, serta kemudahan perizinan. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi investor untuk terus berinvestasi di daerah tersebut.
“Fasilitasi, insentif, dan kemudahan harus terus diperkuat agar investor semakin nyaman berinvestasi di Pandeglang,” pungkasnya.
Sementara, Wakil Bupati (Wabup)?Pandeglang, Iing Andri Supriadi meminta masyarakat tidak menghalang-halangi investor yang ingin menanamkan modal di wilayah Pandeglang.
Menurut Iing, kehadiran investor sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
“Tugas kita adalah bagaimana bisa bersikap terbuka dan ramah terhadap para investor yang akan datang ke Kabupaten Pandeglang,” tegas Iing.
Menurutnya, masuknya investor dan berdirinya industri di Pandeglang akan berdampak langsung pada upaya menurunkan angka pengangguran. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak ragu menerima kehadiran investor.
“Kalau hari ini belum ada industri dan lapangan pekerjaan, bagaimana kita bisa menurunkan angka pengangguran? Saya berharap masyarakat Pandeglang tidak ragu dan tidak risau menerima investor yang ingin berinvestasi di wilayah Pandeglang,” ungkapnya.
Iing menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pandeglang terus berupaya menarik investor dengan menetapkan lima kecamatan sebagai kawasan industri. Kelima kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Bojong, Cikeusik, Pagelaran, Sukaresmi, dan Cibitung, dengan total luas lahan mencapai 1.190 hektare.
Penetapan kawasan industri tersebut telah disahkan melalui peraturan daerah (Perda) tentang pembangunan industri untuk periode 2023–2043.
Selain penetapan kawasan industri, Pemkab Pandeglang juga mendorong peningkatan aksesibilitas wilayah. Salah satunya dengan percepatan pengoperasian Jalan Tol Serang–Panimbang.
“Upaya kami adalah mendorong agar Tol Serang-Panimbang segera beroperasi, sehingga investor yang akan datang ke Pandeglang memiliki akses yang cepat dan jelas. Termasuk juga rencana reaktivasi jalur rel kereta api,” tandasnya.
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu


