TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Warga Desa Bandung Diedukasi Pemahaman Literasi Keuangan

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Selasa, 27 Januari 2026 | 09:15 WIB
EDUKASI. Ratusan warga Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, sedang diberi edukasi literasi keuangan oleh pihak OJK, di Aula Mina Agro Wisata Bukit Si Nyonya, Senin (26/1).
EDUKASI. Ratusan warga Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, sedang diberi edukasi literasi keuangan oleh pihak OJK, di Aula Mina Agro Wisata Bukit Si Nyonya, Senin (26/1).

PANDEGLANG - Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan, ratusan warga Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, terdiri dari pelaku UMKM, ibu rumah tangga, dan generasi muda, diberi edukasi literasi keuangan, di Aula Mina Agro Wisata Bukit Si Nyonya, Senin (26/1).

 

Kegiatan “Edukasi Publik Literasi Keuangan” diinisiasi oleh Universitas Faletehan Cilegon yang berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Pilarmas Sekuritas.

 

Perwakilan Universitas Faletehan Cilegon Heru Wirasala Kusuma mengatakan, di Provinsi Banten inklusi keuangan lebih tinggi dari pada literasi. Diungkapkannya, inklusi keuangan bisa mencapai 80 persen, sementara literasinya baru 50 persen. 

 

“Melalui kegiatan inilah, untuk dapat bisa meningkatkan pemahaman mereka terhadap keuangan. Jadi literasi keuangan itu tujuannya adalah menghindari agar mereka itu terjaga, bisa menggunakannya tapi juga paham dalam melaksanakannya. Paham seperti apa transaksi itu dilakukan,“ jelasnya. 

 

Sementara, Perwakilan OJK Banten, Riza Fathul mengungkapkan, materi yang disampaikan meliputi pengelolaan keuangan rumah tangga, pentingnya menabung, pengenalan sistem pembayaran digital, hingga kewaspadaan terhadap praktik keuangan ilegal seperti pinjaman online dan investasi bodong.

 

“Harapannya adalah lapisan masyarakat paham bagaimana caranya mengelola keuangan, karena salah satu poin pentingnya adalah meningkatkan literasi keuangan,” katanya.

 

“Disisi lain, ini dapat menambah kegiatan inklusinya, dan yang paling utamanya adalah dapat menggerakan roda perekonomian masyarakat,” sambungnya. 

 

Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja mengaku, sangat berharap kegiatan literasi keuangan ini dapat berdampak positif bagi masyarakat Desa Bandung, dalam rangka pemanfaatan sistem keuangan digital. 

 

“Tentunya kegiatan ini akan membawa masyarakat kami khususnya kaula muda, untuk mendapatkan literasi keuangan dengan baik dan untuk ikut di pasar saham nasional serta internasional,” katanya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit