Wabup Amir Tekankan OPD Respon Cepat Tangani Bencana
Banjir Di Rangkasbitung Dampak Drainase Mampet
LEBAK - Wakil Bupati (Wabup) Lebak Amir Hamzah, menekankan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memperkuat sinergitas dan merespon cepat dalam menghadapi potensi bencana alam yang rawan terjadi di wilayah Kabupaten Lebak, khususnya pada musim penghujan.
Hal itu dikatakan Wabup Amir, saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Kebencanaan, di Ruang Kerja Wabup Lebak, Senin (26/1).
Dalam arahannya, Wabup Amir mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan, koordinasi yang cepat, serta kejelasan peran masing-masing instansi dalam upaya pencegahan, penanganan darurat, hingga pasca bencana. Ia juga meminta agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem komunikasi di lapangan.
“Penanganan kebencanaan harus dilakukan secara cepat, terpadu dan responsif. Koordinasi yang baik akan mempercepat penanganan dan meminimalisir dampak yang dirasakan masyarakat,” tegas Wabup Amir.
Wabup Amir juga menginstruksikan agar seluruh OPD terkait terus memantau kondisi wilayah rawan bencana serta memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana pendukung kebencanaan.
“Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Lebak berharap dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan efektivitas penanganan bencana, sehingga keselamatan dan kenyamanan masyarakat dapat terus terjaga,” tandasnya.
Terpisah, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama mengungkapkan, bahwa penyebab banjir di wilayah Rangkasbitung akibat saluran drainase yang mengalami penyumbatan.
Dia memaparkan, ada beberapa wilayah di Kecamatan Rangkasbitung yang sering terjadi banjir saat musim hujan, antara lain, Kampung Sentral, Cimesir, Ciawi, Pasir Konsen, Komdik dan lainya.
“Hasil rapat gabungan waktu itu, memang banyak ditemukan drainase yang mampet, akibat sampah dan lumpur yang mengalami penyumbatan,” katanya.
Febby mengatakan, selain drainase yang mengalami penyumbatan juga ditemukan bangunan liar yang berada di sempadan sungai. “Memang itu perlu ditertibkan, karena mengganggu aliran sungai, akibatnya sungai jadi menyempit,”katanya.
Menurut Febby, drainase yang berada di perkotaan sebagian peninggalan Belanda. Meskipun begitu, penanganan ada di dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak.
“Memang ada zaman peninggalan Belanda. Tapi penanganannya ada di PUPR, dan sampai saat ini kami belum diinformasikan terkait penanganannya tersebut. Pasti kami akan diajak ngobrol jika ada langkah yang dilakukan,” katanya lagi.
Kendati demikian, tambah Febby, sudah ada beberapa perbaikan drainase yang mungkin sudah dilakukan. “Tapi kalau di wilayah pasar drainasenya memang belum tertangani,” tandasnya.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pendidikan | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu


