TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

IPM Tangerang Selatan Tembus 84,81, Pemkot Klaim Berhasil Turunkan Pengangguran

Reporter: Redaksi
Editor: Ari Supriadi selected
Senin, 26 Januari 2026 | 23:44 WIB
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangsel, Tb. Asep Nurdin. (Dok. Humas Pemkot Tangsel)
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangsel, Tb. Asep Nurdin. (Dok. Humas Pemkot Tangsel)

TANGERANG SELATAN - Kualitas pembangunan manusia di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali mencatatkan tren positif. Pemerintah Kota Tangsel melaporkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kini berada di angka 84,81, tertinggi di Provinsi Banten, sekaligus memperkuat posisi Tangsel sebagai daerah dengan kategori pembangunan manusia “sangat tinggi.”

 

Capaian tersebut dinilai sebagai hasil konsistensi kebijakan Pemkot dalam memperkuat ekonomi kerakyatan serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia lokal.

 

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangsel, Tb. Asep Nurdin menyampaikan, bahwa kenaikan IPM merupakan refleksi dari sinergi program kesejahteraan yang dijalankan hingga tingkat kelurahan.

 

“IPM Tangsel sekarang sudah mencapai 84,81 dan menjadi yang tertinggi di Banten. Ini menandakan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat terus meningkat. Arahan Bapak Wali Kota jelas, pertumbuhan ekonomi harus benar-benar dirasakan warga,” ujar Asep, Senin (26/1/2026).

 

Selain IPM, indikator ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Tangsel berhasil ditekan menjadi 5,09 persen pada awal 2026, menurun dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka 5,81 persen.

 

Menurut Asep, penurunan ini tidak terlepas dari penguatan program D3 (Dilatih, Disertifikasi, dan Ditempatkan) yang menyasar angkatan kerja muda agar memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri.

 

“Kami tidak hanya fokus pada investasi fisik, tapi juga pada kualitas SDM. Program D3 diperkuat supaya warga Tangsel punya sertifikasi dan siap terserap di dunia kerja, khususnya di kawasan penyangga Jakarta,” jelasnya.

 

Sebagai bantalan ekonomi masyarakat, Pemkot Tangsel juga mengaktifkan 54 Koperasi Kelurahan Merah Putih. Koperasi ini difungsikan untuk memperkuat perputaran ekonomi di tingkat akar rumput.

 

“Dengan koperasi kelurahan, masyarakat punya akses usaha, pembiayaan, dan pendampingan ekonomi. Ini penting agar pertumbuhan tidak hanya terjadi di pusat kota, tetapi sampai ke lingkungan warga,” tambah Asep.

 

Di sektor UMKM, pemerintah daerah memberikan dukungan berupa sertifikasi halal gratis, pendampingan usaha, serta akses permodalan bagi pelaku mikro. Langkah ini bertujuan meningkatkan daya saing sektor informal agar sejajar dengan sektor formal.

 

“Integrasi koperasi dan UMKM menjadi kunci penguatan ekonomi lokal. Dengan fondasi ekonomi kelurahan yang kuat, dampak fluktuasi ekonomi global bisa kita minimalisir,” kata Asep.

 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya menempatkan Tangerang Selatan dalam kategori pembangunan manusia sangat tinggi, mengungguli rata-rata kabupaten dan kota lain di Provinsi Banten.

 

Pemkot Tangsel optimistis, dengan kombinasi peningkatan kualitas SDM, penguatan koperasi, serta dukungan UMKM, tren positif IPM dan penurunan pengangguran akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit