Harga Daging Sapi di Banten–Yogyakarta Tembus Rp140 Ribu, DPR Desak Pemerintah Intervensi
JAKARTA – Harga daging sapi di sejumlah daerah seperti Banten dan Yogyakarta melonjak hingga Rp140 ribu per kilogram menjelang Ramadan. DPR meminta pemerintah segera turun tangan menstabilkan harga agar tidak semakin membebani masyarakat.
Anggota Komisi VI DPR Imas Aan Ubudiyah menilai izin impor daging sapi 250 ribu ton kepada BUMN bisa menjadi solusi menekan harga. Namun, ia mengingatkan kebijakan tersebut harus benar-benar berdampak pada konsumen.
“Jangan sampai impor besar dilakukan, tapi masyarakat tetap membeli dengan harga mahal. Pemerintah harus memastikan harga terjangkau,” ujarnya, Senin (26/1/2026).
Kenaikan harga ini juga memicu aksi mogok berjualan pedagang daging di Cianjur, Jawa Barat. Imas menegaskan ketersediaan stok saja tidak cukup tanpa pengawasan distribusi dan operasi pasar.
Senada, Anggota Komisi IV DPR Hindun Anisah mendesak pemerintah menertibkan biaya rumah potong hewan (RPH) yang dikeluhkan pedagang terlalu tinggi. Menurutnya, harga sapi hidup relatif stabil, tetapi biaya operasional membuat harga daging melonjak.
Ia juga menyoroti dominasi feedloter besar yang membuat harga sapi potong sulit ditekan. “Rantai usaha dari hulu ke hilir jadi tidak sehat,” katanya.
Sementara itu, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana memastikan penugasan impor kepada BUMN anggota ID Food — PT Berdikari dan PT PPI — sudah diterbitkan. Kuota impor swasta 30 ribu ton juga mulai direalisasikan.
Pemerintah diharapkan segera melakukan operasi pasar dan pengawasan distribusi agar lonjakan harga dapat diredam sebelum Ramadan.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pendidikan | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu


