TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Benyamin Pastikan Status Tanggap Darurat Sampah Tangsel Tak Diperpanjang Lagi

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Rabu, 28 Januari 2026 | 14:57 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. Foto : Ist
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. Foto : Ist

SETU—Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan tidak memperpanjang status tanggap darurat sampah yang telah berakhir sejak 19 Januari 2026 lalu. 

 

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat dijumpai di kawasan Perkantoran Setu, Rabh (28/1). 

 

“Tidak diperpanjang. Sementara ini tidak diperpanjang. Sampai hari ini tanggap darurat sampah tidak diperpanjang,” tegas Benyamin.

 

Menurutnya, kondisi pengelolaan sampah saat ini dinilai sudah menemukan solusi meski masih membutuhkan penguatan di sejumlah sektor.

 

Ia menyebut, langkah penanganan sampah kini difokuskan pada penguatan sistem pengelolaan dari hulu hingga hilir.

 

“Ya alhamdulillah, prinsipnya saat ini sudah ketemu jalan ya. Yang pertama bahwa Cipeucang tetap tidak akan kita gunakan sebagai tempat pembuangan akhir, tapi di situ akan kita jadikan tempat pemrosesan akhir sampah dengan pendekatan teknologi tentunya, dan ini memerlukan dana serta waktu yang tidak sebentar,” jelasnya.

 

Untuk memenuhi kebutuhan pengolahan sampah harian, Pemkot Tangsel juga telah menjalin kerja sama pengangkutan ke TPA Cilowong, Serang. Kerja sama tersebut pun kini sudah berjalan.

 

“Sekarang kapasitasnya sudah hampir mencapai maksimal, 400 ton sekarang ini, kurang lebih 70 truk per malam, 70 kali 4 (ton per armada), 280 ton per hari per malam ya kita angkut ke sana,” jelas Benyamin.

 

Meski begitu, Benyamin mengakui, masih ditemukannya tumpukan sampah di trotoar dan ruang publik disebabkan keterbatasan armada pengangkut. Namun, persoalan tersebut disebutnya tengah diselesaikan.

 

“Alhamdulillah hari ini memang kalau masih ada sampah di trotoar dan sebagainya, ini karena volume pengangkutan sampahnya, truknya,” katanya.

 

Saat ini, Pemkot Tangsel tengah menyelesaikan proses kontraktual pengadaan transporter tambahan dari pihak swasta.

 

“Kalau seumpamanya transporter ada, itu ada 42 truk dari pihak swasta yang bisa mengangkut sampah di Tangerang Selatan,” jelasnya.

 

Selain penguatan di hilir, Benyamin menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu, yakni di lingkungan masyarakat. Salah satu langkah yang didorong adalah program biopori di setiap kelurahan.

 

“Yang tidak kalah pentingnya sekarang ini kita lagi menggerakkan pemusnahan sampah, pemrosesan akhir sampah di hulu, di masyarakat,” ucapnya.

 

Ia menargetkan setiap kelurahan mampu membuat ribuan lubang biopori yang terukur hingga tingkat RT dan RW.

 

“Kita, saya sudah targetkan setiap kelurahan paling tidak membuat lubang biopori di masyarakat itu 1.000 sampai 2.000 lubang,” katanya.

 

Selain biopori, Pemkot Tangsel juga akan membangun Tempat Edukasi dan Budidaya Sampah (TEBA) modern di lingkungan perkantoran pemerintah.

 

“Demikian juga dengan TEBA modern ya, itu kita bikin di kantor-kantor pemerintah, kantor kelurahan, kantor Kecamatan, kita bikin TEBA untuk pemusnahan sampah seperti kita mencontoh di Bali ya kalau nggak salah TEBA itu ya, seperti itu,” tandasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit