TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

PT Biotek Janji Siapkan Penawar Guna Netralisir Air Sungai yang Tercemar

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari selected
Selasa, 10 Februari 2026 | 18:59 WIB
Camat Setu, Erwin Gemala Putra, Selasa (10/2). (tangselpos.id/rmn)
Camat Setu, Erwin Gemala Putra, Selasa (10/2). (tangselpos.id/rmn)

SETU - Pihak PT. Biotek Saranatama, gudanf yang terbakar di kawasan Taman Tekno, akhirnya angkat bicara. Mereka berjanji akan menyiapkan zat penawar guna menetralisir kandungan kimia yang sempat mencemari aliran sungai Jaletreng dan Cisadane imbas kebakaran, Selasa (10/2) kemarin. 

 

Hal itu disepakati dalam forum rapat koordinasi yang dipimpin oleh Camat Setu, Erwin Gemala Putra, Selasa (10/2). Dalam rapat tersebut hadir seluruh komponen mulai dari pemerintah, Kepolisian, TNI, kewilayahan, hingga pengelola kawasan pergudangan Taman Tekno, dan perwakilan PT. Biotek Saranatama. 

 

"Nah, jadi hasil pembahasan tadi, bahwa PT. Biotek itu nanti akan mencarikan penawar untuk menetralisir air yang hari ini sudah berada di daerah aliran sungai, supaya air yang ada di daerah aliran sungai tadi itu bisa ternetralisir," kata Erwin usai rapat tersebut. 

 

Atas kesepakatan itu, kini ia menyerahkan sepenuhnya ke pihak perusahaan. Upaya ini, diambil sebagai solusi mengurangi dampak negatif dari pencemaran zat berbahaya tersebut. 

 

"Nah, ini formulasinya sedang dicari oleh PT. Biotek. Karena yang harus kita perhatikan di sini, jangan sampai ada warga atau masyarakat yang terimbas akibat adanya pencemaran tadi, baik di udara maupun di air, seperti itu," jelasnya.

 

Berdasarkan hasil forum tersebut, Erwin memaparkan, diketahui terdapat tiga zat kimia yang tersimpan di gudang tersebut. 

 

Pertama, yakni DELSTAR MARINA 500 EC adalah insektisida khusus budidaya tambak yang diformulasikan untuk mengendalikan hama pengganggu seperti udang liar, kepiting, dan jambret.

 

Lalu juga terdapat RODEX 0.005 BB Bromadiolone: 0.005% untuk tikus rumah, serta AVENGER 50 SC Fipronil: 50 g/l untuk rayap kayu kering. 

 

Sementara terpisah, saat dijumpai di gudangnya, Manajer Operasional PT Biotek Saranatama, Luki menyatakan, saat ini pihaknya telah mencari zat penawar yang mampu menetralisir bahan kimia yang sempat membuat banyak biota sungai mati. 

 

"Ya betul, kita memang sudah berkoordinasi dan kita sudah mencari bahan kimia untuk penetral itu. Dan Insya Allah mungkin besok kita akan lakukan penetralan di sungai yang tercemar. Jadi mudah-mudahan sih kalau dilihat dari case-nya tadi sudah, karena ini air mengalir, jadi kemungkinan kontaminasi dengan kimianya juga sudah berkurang, ya kan. Sudah 24 jam kita cek juga enggak ada," ungkap dia. 

 

Atas peristiwa ini, ia menyatakan akan lebih hati-hati dan segera melakukan cek laboratorium. 

 

"Plus kita kasih karbon aktif untuk penyerapan di beberapa titik. Kita sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup setempat. Jadi nanti akan disaksikan dari Dinas Lingkungan Hidup juga untuk treatment ini. Karena memang ya, ini namanya musibah juga kan. Kita juga enggak berhendak ada kejadian seperti itu," tuturnya. 

 

Lebih lanjut, Luki memastikan bahwa objek yang terbakar hanyalah gudang, bukan tempat produksi peptisida itu sendiri. 

 

"Jadi memang sebenarnya ini hanya penyimpanan gudang, bukan untuk operate pabrik segala macam. Jadi memang enggak ada limbah. Selama ini memang enggak ada limbah. Di sini hanya untuk pergudangan. Cuma karena efek dari kebakaran, ya akhirnya ada itu," kata dia. 

 

Ia juga mengeklaim, gudang tempatnya usaha ini sudah dilengkapi dengan dasar hukum yang jelas. 

 

"Kalau kita komitmen, artinya semua legalitas, semua kita sudah open semua, karena kita juga terregister semua di Kementerian Pertanian. Sudah lengkap ya, semua ada di Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian," pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit