Pemkot Pastikan Stok & Harga Pangan Terkendali
CIPUTAT-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga pangan tetap terkendali selama Ramadan. Pengawasan pasar hingga intervensi harga pun disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, Pemkot Tangsel akan terus memantau kondisi pasar agar tidak terjadi gejolak harga maupun kelangkaan bahan pokok selama Ramadan. “Pasar-pasar akan kita jaga stok pangannya supaya tidak ada gejolak,” ujar Benyamin saat ditemui di Puspemkot Tangsel, Rabu (18/2).
Benyamin mengakui, berdasarkan hasil pemantauan sementara, terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas, khususnya daging sapi dan ayam. Namun secara umum, harga kebutuhan pokok lainnya masih relatif aman.
“Harga pasar pasti diawasi. Kemarin memang ada kenaikan pada daging sapi kemudian kalau sembako yang lain relatif aman. Ayam ini yang banyak dikonsumsi rupanya. Ayam juga sedikit naik tidak terlalu banyak,” paparnya.
Ia menegaskan, pengawasan harga akan terus dilakukan, termasuk dengan turun langsung ke pasar-pasar. “Kita akan
kontrol lagi harganya, (inspeksi) nanti pada pertengahan puasa,” tutur Benyamin.
Untuk menekan potensi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan, Benyamin juga mengimbau masyarakat agar tidak berbelanja secara berlebihan.
“Saya berharap masyarakat bisa menahan diri sesuai dengan makna puasa untuk tidak konsumsinya tidak berlebihan lah kira-kira,” imbaunya.
Selain pengawasan, Pemkot Tangsel juga berencana kembali menggelar bazar murah guna meringankan beban
masyarakat.
“Iya nanti akan kita gelar, hanya titiknya apakah di satu titik atau disebar lagi ke kecamatan seperti yang lalu itu akan menjadi bagian dari program kita,” jelasnya.
Sementara, Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Tangsel, Ucok Siagian mengatakan, kondisi inflasi daerah menjelang Ramadan masih dalam kategori terkendali, meski tren harga mulai mengalami kenaikan pada Februari 2026.
Ia menjelaskan, pada Januari 2026 Kota Tangsel sempat mengalami deflasi cukup dalam. Indeks Perkembangan Harga (IPH) tercatat turun dari minus 1,88 persen hingga minus 3,51 persen dalam empat pekan.
“Komoditas yang menjadi andil deflasi adalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan daging ayam ras,” ujar Ucok.
Deflasi tersebut didorong oleh meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi yang memasuki masa panen serta peningkatan produksi peternak. Namun, memasuki Februari, tren harga kembali berbalik naik.
“Pada pekan pertama Februari 2026, inflasi tercatat sebesar 1,27 persen yang didorong kenaikan harga cabai rawit,” katanya.
Berdasarkan pemantauan harga hingga pertengahan Februari, sejumlah komoditas mengalami kenaikan, di antaranya cabai rawit, cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, serta minyak goreng curah.
Untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang Ramadan, Pemkot Tangsel menyiapkan sejumlah langkah strategis.
“Pemerintah melakukan pemantauan stok dan harga bahan pokok, menggelar bazar Ramadan di tujuh kecamatan, serta melaksanakan Gerakan Pangan Murah yang direncanakan mulai awal Maret 2026 bersama Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Tangerang Selatan,” jelas Ucok.
Selain itu, pengawasan distribusi bahan pokok juga diperketat guna mencegah praktik penimbunan dan spekulasi harga. Inspeksi mendadak ke pasar tradisional maupun pasar modern juga akan dilakukan menjelang Idulfitri.
“Ya semua langkah ini kita lakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga selama Ramadan hingga lebaran nanti,” ucapnya.
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu




