Alcaraz Juara ATP 500 Qatar, Samai Rekor Andy Murray
QATAR - Petenis Spanyol, Carlos Alcaraz, kembali menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai Qatar ExxonMobil Open 2026. Gelar di Doha itu sekaligus mengantarkannya menyamai rekor milik mantan petenis nomor satu dunia, Andy Murray, dalam daftar peraih gelar ATP 500 terbanyak.
Pada partai final yang digelar Sabtu (21/2/2026) waktu setempat, Alcaraz tampil luar biasa dominan. Ia hanya membutuhkan 50 menit untuk menundukkan wakil Prancis, Arthur Fils, lewat kemenangan telak 6-2, 6-1. Permainannya agresif, tajam, dan nyaris tanpa cela.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan trofi, melainkan penegasan dominasi Alcaraz di awal musim 2026. Gelar di Doha diraihnya hanya 20 hari setelah ia mencetak sejarah sebagai petenis putra termuda yang melengkapi Career Grand Slam usai menjuarai Australian Open.
“Saya datang tahun ini dengan rasa lapar yang lebih besar,” ujar Alcaraz seperti dikutip dari ATP Tour. “Saya hanya berusaha memainkan tenis terbaik dan saya sangat senang dengan pekan ini. Trofi ini sangat berarti bagi saya.”
Dominasi Sejak Set Pertama
Sejak awal laga, Alcaraz langsung mengambil kendali permainan. Ia mendikte tempo dengan pukulan-pukulan agresif dan pergerakan lincah yang menyulitkan Fils mengembangkan permainan. Ketika Fils mencoba meningkatkan intensitas reli dari baseline, Alcaraz justru tampil semakin solid dengan sejumlah winner spektakuler di momen-momen krusial.
Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkannya menjadi 12 pertandingan beruntun musim ini. Secara keseluruhan, ia kini mencatatkan 30 kemenangan beruntun di lapangan keras terbuka (outdoor hard court), termasuk gelar di Australian Open dan US Open.
Samai Murray, Dekati Para Legenda
Gelar di Doha menjadi trofi ATP 500 kesembilan sepanjang karier profesional Alcaraz. Raihan tersebut membuatnya sejajar dengan Murray di posisi keempat daftar peraih gelar ATP 500 terbanyak sejak kategori ini diperkenalkan pada 2009.
Di atas mereka, masih bercokol tiga legenda tenis dunia: Roger Federer (16 gelar), Rafael Nadal (15 gelar), dan Novak Djokovic (14 gelar).
Trofi ini juga menjadi gelar ke-26 Alcaraz di level tur profesional. Rekor menang-kalahnya kini membukukan angka impresif 292-65—statistik yang semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik generasi ini.
Fils Tetap Layak Diapresiasi
Di sisi lain, Fils tetap pantas mendapat apresiasi. Final di Doha menjadi partai puncak level tur pertamanya sejak menjuarai turnamen Tokyo pada 2024. Hasil tersebut mendongkrak peringkatnya tujuh tingkat ke posisi 33 dunia.
Pencapaian ini terasa istimewa mengingat Fils baru saja melewati masa sulit akibat cedera yang membuatnya absen selama delapan bulan.
“Ini adalah delapan bulan yang panjang dengan cedera saya. Di momen seperti ini, saya teringat perjuangan selama tidak bisa bermain. Saya berterima kasih kepada tim saya. Hari ini memang bukan hari kami, tetapi kami sudah melakukan pekerjaan luar biasa,” ujarnya.
Final di Doha juga menjadi pertemuan pertama mereka di lapangan keras. Alcaraz kini unggul 3-0 dalam rekor head-to-head atas Fils, setelah sebelumnya dua kali menang di lapangan tanah liat pada musim 2025.
Dengan performa konsisten dan mentalitas juara yang semakin matang, Alcaraz tampaknya belum akan melambat. Awal musim 2026 menjadi sinyal kuat bahwa ia siap memperpanjang dominasinya di panggung tenis dunia.
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 7 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 20 jam yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




