AS Minta Warganya Tinggalkan Timur Tengah, Trump Siapkan Operasi Militer “Epic Fury”
AS - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengimbau seluruh warganya segera meninggalkan kawasan Timur Tengah menyusul eskalasi konflik dengan Iran yang kian memanas. Washington juga mengisyaratkan akan melancarkan serangan yang lebih keras dalam waktu dekat.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan keselamatan warga Amerika di luar negeri menjadi prioritas utama. Ia meminta warga AS di kawasan tersebut segera mendaftar dalam Smart Traveler Enrollment Program (STEP) dan mengikuti pembaruan resmi dari Departemen Luar Negeri.
Secara terpisah, Wakil Menteri Luar Negeri Urusan Konsuler, Mora Namdar, mendesak warga AS di sejumlah negara seperti Bahrain, Mesir, Iran, Israel, Kuwait, Lebanon, Qatar, hingga Arab Saudi untuk segera meninggalkan wilayah tersebut melalui penerbangan komersial.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana operasi militer besar bertajuk Operasi Epic Fury. Ia menyebut langkah itu diperlukan untuk menghadapi ancaman program rudal balistik Iran yang dinilai berkembang pesat dan berpotensi melindungi pengembangan senjata nuklir.
Trump menegaskan operasi tersebut bertujuan menjaga keamanan Amerika dan sekutunya, bukan untuk melakukan perubahan rezim di Teheran.
Meski demikian, situasi di kawasan terus memanas. Iran selama ini membantah tengah mengembangkan senjata nuklir, walaupun memiliki kemampuan rudal yang dapat menjangkau pangkalan AS dan sekutunya di Timur Tengah.
Rubio menyatakan fase berikutnya dari operasi akan lebih berat bagi Iran, namun menegaskan target misi diyakini dapat dicapai tanpa pengerahan pasukan darat.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Internasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu


