32 Rumah Warga Bayah Jadi Korban Pergeseran Tanah
Mengalami Kerusakan Hingga 7 KK Memilih Mengungsi
LEBAK - Puluhan rumah warga di Kampung Cinangga Lebak, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, jadi korban bencana pergeseran tanah, Selasa (3/3). Bahkan, dari total 32 rumah yang rusak ada sebanyak 7 Kepala Keluarga (KK) lebih memilih mengosongkan rumah atau mengungsi.
Kerusakan yang dialami puluhan rumah warga akibat pergerakan tanah itu, mulai dari retak-retak pada bagian dinding, pondasi hingga bagian bangunan lainnya.
Salah seorang korban bencana pergerakan tanah, Rahmi Nur mengungkapkan, sebagian bangunan rumah miliknya mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah. Ia juga khawatir akan terjadi bencana susulan.
“Kejadiannya tadi pagi (Selasa, 3/3). Selain rumah saya yang alami retak-retak, juga puluhan rumah warga lainnya alami kerusakan akibat pergerakan tanah yang terjadi ini,” ungkap Rahmi Nur, Selasa (3/3).
Menurutnya, karena kondisi bangunan rumah sangat mengkhawatirkan, akhirnya dia dan keluarganya pun terpaksa harus mengosongkan rumah miliknya.
“Saya takut tiba-tiba rumah saya roboh. Makanya saya sudah pindah ke tempat saudara saya,” katanya.
Selain dirinya, ada enam kepala keluarga lain juga sudah mengosongkan rumahnya, karena mengalami keretakan yang sangat parah. Namun, dibandingkan yang mengungsi, masih banyak warga yang memilih bertahan dengan keadaan was was.
“Yang saya ketahui termasuk saya, ada sebanyak 7 KK yang mengungsi ke rumah saudaranya. Sementara, puluhan rumah lainnya masih ditinggali meski warga merasa was was,” jelasnya.
Sementara, Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik membenarkan, atas kejadian pergerakan tanah yang melanda puluhan warganya.
“Pergeseran tanah di Kampung Cinangga Lebak sudah terjadi selama puluhan tahun namun, kondisi terparahnya terjadi sejak tiga tahun lalu,” ungkapnya.
Rafik menjelaskan, ada sekitar 32 kepala keluarga dengan jumlah jiwa hampir mencapai 150 orang. Mereka saat ini dibayangi rasa waswas rumahnya akan roboh.
“Bencana pergerakan tanah buka pertama kali terjadi. Tapi sebelumnya juga pernah terjadi, karena kontur tanah di wilayah itu labil,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebanyak 32 rumah yang terdampak tingkat kerusakan bangunan mulai dari rusak sedang hingga parah. Bahkan ada tujuh kepala keluarga sudah mengungsi.
“Kami sudah punya lahan untuk relokasi cuma terbentur anggaran relokasinya. Makanya saya berharap kepada Pemda Lebak dan Pemprov Banten agar segera melakukan upaya serius merelokasi warga kami,” harapannya.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Internasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 21 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu



