Terminal Pakupatan Masih Sepi, Sopir Bus Keluhkan Keberadaan Travel Gelap
Pemerintah Diminta Tertibkan Travel Gelap
SERANG - Keberadaan Perusahaan Otobus (PO) jelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, kian tersisih dengan keberadaan transportasi online dan travel gelap. Pantauan tangselpos.id di Terminal Pakupatan, Kota Serang, Rabu (4/3/2026) sore sejumlah bis antar kota dengan berbagai trayek terlihat menunggu penumpang.
Ujang Ruhiyat (52), sopir PO Arimbi jurusan Merak-Sumedang, mengaku, sepekan jelang arus mudik Lebaran belum terlihat tanda-tanda peningkatan penumpang. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir jumlah penumpang kian menurun karena lebih memilih travel tidak resmi atau jasa angkutan berbasis aplikasi.
“Perbandingan tahun lalu saja, dua minggu jelang lebaran penumpang sudah mulai ramai. Namun, tahun ini kondisi terminal masih sepi penumpang. Ruten Merak-Sumedang masih sepi, bahkan tidak jarang saya gugur (tidak berangkat, red) karena jumlah penumpang sedikit dan akhirnya penumpang saya lempar ke bus lain,” kata Ujang.
Dirinya menduga, sepinya penumpang karena sudah banyaknya pilihan moda transportasi seperti travel terutama travel gelap dan taksi online. “Penyebab utama sepinya bus adalah banyaknya travel, terutama travel gelap (tidak resmi, red) yang mengambil penumpang langsung dari depan rumah,” pungkasnya.
Senada disampaikan, M. Ikbal (42), sopir PO Armada jurusan Bandung-Merak. Ia mengaku, dalam beberapa momen mudik lebaran kerap mengalami pendapatan yang cukup signifikan. “Biasanya di momen mudik bisa mendapatkan sekitar Rp 500.000, namun sekarang turun jauh menjadi Rp 200.000 - Rp300.000 per pulang-pergi,” katanya.
Menurutnya, keberadaan travel gelap cukup merugikan PO Bus yang sudah lama beroperasi dan berbiaya operasional yang tidak sedikit. Keberadaan travel gelap sangat merugikan karena biasanya mereka mengambil penumpang umum, padahal seharusnya peruntukannya berbeda.
“Kalau kita kan banyak syarat yang mesti dipenuhi seperti izin trayek, KIR, KPS (Kartu Pengawasan, red), tapi kalau travel gelap tidak. Jelas ini merugikan kita sebagai penyedia jasa transportasi yang legal,” ungkap Ikbal.
Dirinya berharap, ada ketegasan dari pemerintah untuk mengatur keberadaan travel gelap yang dinilai merugikan penyedia moda transportasi konvensional. “Saya berharap kepada Pemkot Serang dan Dishub untuk segera bertindak tegas memberantas travel gelap. Perlu ada penertiban terhadap travel gelap agar situasi ini tidak terus terjadi dan merugikan kami,” pungkas pria yang sudah berprofesi sebagai sopir selama 12 tahun ini.(*)
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Internasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu



