TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Ikhtiar Untuk Damaikan Perang, Presiden Prabowo Akan Ke Teheran

Reporter & Editor : AY
Sabtu, 07 Maret 2026 | 11:15 WIB
Presiden Prabowo. Foto : Ist
Presiden Prabowo. Foto : Ist

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto berencana melakukan kunjungan ke Teheran, Iran. Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar diplomasi Indonesia untuk mendamaikan perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran.

 

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, usai mengikuti pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

 

Menurut dia, sebelum menggelar pertemuan dengan para tokoh agama, Presiden Prabowo sempat melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan pimpinan Pakistan untuk membahas situasi global yang berkembang.

 

?Pembicaraan mengenai isu global ini sangat serius dan menyita perhatian besar,? kata Jimly saat dikonfirmasi Redaksi, Jumat (6/3/2026).

 

Dalam percakapan tersebut, lanjut Jimly, pimpinan Pakistan menyambut baik rencana Presiden Prabowo untuk melakukan kunjungan ke Teheran guna mendorong upaya perdamaian di kawasan.

 

?Pimpinan Pakistan bersedia untuk bersama-sama mendampingi Presiden Prabowo berkunjung ke Teheran. Ini langkah yang sangat baik dan menunjukkan gagasan Presiden Prabowo mendapat dukungan secara internasional,? ujarnya.

 

Meski demikian, Jimly tidak merinci secara detail komunikasi yang dilakukan Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri atau Presiden Pakistan. Ia hanya menyebut adanya kesediaan dari pihak Pakistan untuk melakukan kunjungan bersama ke Teheran.

 

?Intinya mereka akan sama-sama pergi ke Teheran dalam misi perdamaian ini,? kata Jimly.

 

Selain itu, Jimly juga mengusulkan agar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan turut berkontribusi dalam upaya perdamaian di Timur Tengah. ?Saya malah mengusulkan agar Presiden Turki ikut terlibat untuk mendamaikan Iran dengan Arab Saudi, bukan dengan Amerika Serikat atau Israel,? imbuhnya.

Sementara itu, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid, mengatakan langkah diplomasi Presiden Prabowo untuk memediasi Amerika Serikat?Israel dan Iran juga mendapat dukungan dari sejumlah negara Islam di kawasan Timur Tengah.

 

?Prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan Amerika Serikat dengan Iran untuk memediasi dan mendorong Iran membuka diri,? kata Nusron.

 

Nusron menambahkan Indonesia juga memiliki posisi strategis karena akan memimpin forum negara-negara berkembang anggota Developing-8 (D-8). Forum tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam mendorong perdamaian di kawasan Teluk dan Timur Tengah.

 

?Intinya Pak Presiden bersama tujuh pemimpin negara lainnya dalam kelompok delapan itu menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut-larut, terutama di Iran maupun kawasan Teluk,? ujarnya.

 

Selain melalui jalur diplomasi bilateral, pemerintah juga mendorong berbagai upaya perdamaian melalui forum internasional seperti Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza. Nusron mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung langkah diplomasi Indonesia di tingkat global.

 

Bangsa Indonesia sudah menerima BoP ini sebagai sarana ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu,? katanya.

 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang membenarkan, Presiden Prabowo telah menawarkan diri menjadi fasilitator dialog atau negosiasi guna membantu meredakan ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

 

?Hal tersebut tentunya konsisten dengan prinsip bebas aktif untuk terus mendorong penyelesaian damai dan mencegah meluasnya konflik,? kata Yvonne dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

 

Ia mengatakan, Presiden Prabowo akan melakukan perjalanan tersebut dan memenuhi komitmen yang disampaikan apabila tawarannya disetujui oleh semua pihak yang berkonflik. Terkait hal tersebut, Yvonne memastikan pihaknya siap membantu Presiden melaksanakan rencana mediasi sesuai arahan yang diberikan.

 

?Kementerian Luar Negeri pada dasarnya siap mengoordinasikan dengan kementerian terkait dan tentunya mempersiapkan segala sesuatu sesuai arahan presiden,? ujarnya.

 

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi mengatakan, Teheran telah menerima dan mengetahui usulan dari Indonesia terkait upaya mediasi tersebut.

 

Namun ia menegaskan, dalam situasi konflik yang sedang berlangsung, Iran tidak membuka ruang bagi negosiasi dengan pihak-pihak yang selama ini dianggap memusuhi negaranya.

 

?Usulan dari pemerintah Indonesia telah disampaikan. Kami ingin menegaskan bahwa tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh,? ujar Boroujerdi di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

 

Menurut Boroujerdi, Iran memiliki pengalaman pahit dalam sejumlah proses perundingan di masa lalu yang justru berujung pada meningkatnya tekanan hingga serangan terhadap negara tersebut.

 

Sebelumnya, Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif membahas rencana kunjungan ke Teheran dalam percakapan melalui sambungan telepon. Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk bersama-sama meredam eskalasi konflik yang terjadi di kawasan Teluk dan Timur Tengah.

 

?Kami bertukar pandangan mengenai kekhawatiran mendalam terhadap situasi di Timur Tengah. Kami juga sepakat bahwa semua pihak perlu menahan diri dan kembali mengedepankan diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut,? kata Sharif.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit