TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Peluang Pasar Besar, Indonesia Berambisi Jadi Pusat Mode Muslim Dunia

Reporter: Farhan
Editor: AY
Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:54 WIB
Ikustrasi Busana Muslim. Foto ; Ist
Ikustrasi Busana Muslim. Foto ; Ist

JAKARTA – Industri fesyen Muslim Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar global. Seiring meningkatnya konsumsi busana modest fashion di berbagai negara, Indonesia dinilai berpotensi menjadi produsen sekaligus pusat tren fesyen Muslim dunia.

 

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan pertumbuhan populasi Muslim dunia serta pesatnya arus informasi melalui media sosial membuat tren modest fashion semakin berkembang dan diminati berbagai kalangan.

 

Menurutnya, peluang pasar yang besar harus dimanfaatkan secara maksimal agar Indonesia mampu memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri modest fashion global.

 

“Industri modest fashion memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Ini menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat perannya sebagai produsen sekaligus pusat tren fesyen Muslim dunia,” ujar Agus di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

 

Berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy Report 2024/2025, nilai konsumsi fesyen Muslim dunia pada 2023 mencapai sekitar 327 miliar dolar AS atau setara Rp5.537 triliun. Angka tersebut diperkirakan terus meningkat hingga menyentuh 433 miliar dolar AS atau sekitar Rp7.332 triliun pada 2028.

 

Kinerja ekspor produk modest fashion Indonesia juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2023, nilai ekspor ke negara anggota Organisation of Islamic Cooperation (OKI) mencapai 990 juta dolar AS atau sekitar Rp16,7 triliun.

Jumlah tersebut meningkat signifikan hingga 83 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 540 juta dolar AS.

 

Meski demikian, pasar ekspor fesyen ke negara-negara OKI saat ini masih didominasi oleh sejumlah negara seperti China, Turki, dan India. Karena itu, diperlukan kerja sama berbagai pihak untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

 

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam industri fesyen, baik sebagai pasar domestik maupun sebagai basis produksi.

 

Ia menjelaskan bahwa industri fesyen, khususnya modest fashion, merupakan sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada 2024 terdapat sekitar 594 ribu unit industri kecil di sektor pakaian jadi dengan total tenaga kerja mencapai sekitar 1,2 juta orang.

“Modest fashion kini telah berkembang menjadi tren busana global. Tidak hanya diminati oleh masyarakat Muslim, tetapi juga oleh berbagai kalangan lintas budaya dan gaya hidup,” kata Reni.

 

Ia menambahkan, konsep modest fashion saat ini semakin inklusif dan tidak lagi terbatas pada identitas agama atau budaya tertentu.

Dengan kreativitas para desainer lokal, kekayaan budaya, serta ragam bahan tekstil berkualitas, Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi pusat modest fashion dunia.

 

Potensi tersebut juga diperkuat oleh capaian Indonesia yang menempati peringkat pertama dalam ekosistem lokal yang mendukung pengembangan industri modest fashion, berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy Report 2024/2025.

 

Selain itu, penerapan kewajiban sertifikasi halal nasional yang mulai berlaku pada Oktober 2026—termasuk untuk produk barang gunaan seperti fesyen—dinilai dapat menjadi momentum penting bagi peningkatan daya saing produk dalam negeri.

 

Standar halal yang diterapkan secara komprehensif tidak hanya memberikan jaminan kualitas dan keamanan produk, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen di pasar global.

 

Dengan dukungan kebijakan industri, inovasi desain, serta penerapan standar halal sebagai jaminan mutu, Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai pusat tren modest fashion dunia.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit