TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Perputaran Uang Diproyeksi Rp161 Triliun, Libur Lebaran Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Reporter: Farhan
Editor: AY
Senin, 16 Maret 2026 | 09:28 WIB
Ilustrasi masyarakat pulang kampung. Foto : Ist
Ilustrasi masyarakat pulang kampung. Foto : Ist

JAKARTA – Perputaran uang selama musim mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai Rp148,4 triliun hingga Rp161,9 triliun. Lonjakan konsumsi rumah tangga pada periode tersebut diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026.

 

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Sarman Simanjorang, mengatakan survei Kementerian Perhubungan menunjukkan potensi pergerakan masyarakat saat mudik Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan mencapai 143,9 juta orang atau sekitar 50,6 persen dari total populasi Indonesia.

 

Meski jumlah tersebut turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang, angka itu tetap sangat besar. Jika dikonversi, jumlah tersebut setara dengan sekitar 35.975.000 kepala keluarga dengan asumsi rata-rata satu keluarga terdiri dari empat orang.

 

Sarman memperkirakan setiap keluarga membawa uang sekitar Rp4,12 juta selama perjalanan mudik. Angka ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun 2025 yang rata-rata sebesar Rp3,75 juta per keluarga.

 

Dengan asumsi tersebut, potensi perputaran uang selama periode mudik Lebaran diperkirakan mencapai Rp148,4 triliun atau tumbuh sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 

“Perhitungan ini masih dalam kategori moderat atau skenario paling rendah. Potensinya bahkan bisa mencapai Rp161,88 triliun apabila rata-rata setiap keluarga membawa uang sekitar Rp4,50 juta,” ujar Sarman kepada Redaksi, Minggu (15/3/2026).

 

Menurutnya, proyeksi tersebut turut didukung berbagai stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah untuk mendorong mobilitas masyarakat selama musim mudik.

 

Beberapa stimulus tersebut antara lain diskon tarif transportasi senilai Rp911,6 miliar, pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta para pensiunan dengan total sekitar Rp65 triliun.

 

Selain itu, sektor swasta juga diperkirakan menyalurkan THR sekitar Rp124 triliun. Pemerintah juga memberikan Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek daring dan kurir sebesar Rp220 miliar, serta menerapkan kebijakan bekerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA).

 

“Berbagai stimulus dan kebijakan ini mendorong minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik tetap tinggi, sehingga potensi perputaran uang selama Lebaran menjadi sangat besar,” ujarnya.

Perputaran uang tersebut diperkirakan tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan akan menggerakkan sejumlah sektor ekonomi, seperti makanan dan minuman, transportasi, perdagangan ritel, hingga pariwisata.

 

Untuk mendukung kelancaran transaksi selama periode Lebaran, Bank Indonesia juga menyiapkan uang tunai sebesar Rp185,6 triliun.

 

Menurut Sarman, meningkatnya konsumsi rumah tangga selama perayaan dan libur Lebaran—yang biasanya melonjak sekitar 10 hingga 15 persen—dapat menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 yang ditargetkan mencapai 5,4 hingga 5,5 persen.

 

Di sisi lain, Kadin mengingatkan pemerintah untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan mitigasi risiko selama periode mudik. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas.

 

Hal ini dinilai penting mengingat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berpotensi memengaruhi pasokan energi global, termasuk ke Indonesia.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit