Ultimatum Donald Trump ke Iran: 48 Jam untuk Buka Selat Hormuz
AS - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras kepada Iran terkait penutupan Selat Hormuz. Ia memberi tenggat waktu 48 jam agar jalur vital tersebut kembali dibuka sepenuhnya tanpa ancaman.
Dalam pernyataannya di Truth Social pada Sabtu (21/3/2026), Trump menegaskan bahwa jika Iran tidak mematuhi ultimatum tersebut, Amerika Serikat akan melancarkan serangan yang menargetkan infrastruktur energi, khususnya pembangkit listrik utama milik Iran.
Berdasarkan waktu yang disampaikan, batas akhir ultimatum itu jatuh pada Senin malam waktu Amerika Serikat atau Selasa dini hari waktu Teheran.
Penutupan Selat Hormuz sendiri terjadi setelah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari 2026, menyusul serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Jalur laut ini merupakan salah satu titik paling krusial dalam perdagangan energi global.
Secara geografis, selat tersebut menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan berada di antara Iran di sisi utara serta Oman dan Uni Emirat Arab di selatan. Lebarnya sekitar 50 kilometer di bagian terluas dan menyempit hingga 33 kilometer di titik tertentu.
Peran strategis Selat Hormuz sangat besar, karena sekitar 20% pasokan minyak dunia serta gas alam cair (LNG) melewati jalur ini. Negara-negara seperti Irak, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab sangat bergantung pada rute tersebut untuk ekspor energi.
Situasi keamanan yang memburuk membuat aktivitas pelayaran menurun drastis. Dari ribuan kapal yang biasanya melintas setiap bulan, kini hanya sebagian kecil yang berani beroperasi.
Iran juga disebut hanya memberikan izin terbatas kepada beberapa negara seperti India, Jepang, Pakistan, China, dan Turki.
Sejak konflik terbaru pecah, puluhan kapal dilaporkan mengalami serangan atau ancaman di kawasan tersebut. Dampaknya langsung terasa pada pasar global, dengan harga minyak mentah melonjak tajam hingga menembus angka 100 dolar AS per barel.
Kondisi ini mempertegas betapa krusialnya stabilitas di Selat Hormuz bagi ekonomi dunia, sekaligus meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Internasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Internasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu











