Trump Kesal pada Anggota NATO yang Tak Dukung Operasi terhadap Iran
AS - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik keras kepada sejumlah negara anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO) yang dinilai tidak memberikan dukungan dalam upaya militernya terhadap Iran. Bahkan, Trump mengisyaratkan kemungkinan menarik pasukan AS dari negara-negara sekutunya di Eropa.
Pernyataan itu disampaikan Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC, seperti dikutip AFP, Jumat (1/5/2026). Saat ditanya mengenai rencana penarikan pasukan, Trump menjawab, “Ya, mungkin saja. Saya mungkin akan melakukannya. Mengapa tidak?”
Trump menilai sejumlah sekutu Eropa tidak memberikan kontribusi berarti dalam konflik yang menurutnya berdampak pada keamanan global. Ia secara khusus menyoroti Italia dan Spanyol.
“Italia sama sekali tidak membantu kami. Dan Spanyol sangat buruk, benar-benar mengerikan,” ujar Trump.
Selain itu, Trump juga mengkritik Jerman. Ia menyindir Kanselir Friedrich Merz agar lebih fokus pada persoalan dalam negeri serta konflik Rusia-Ukraina, dibanding mengkritik kebijakan AS terhadap Iran.
“Kanselir Jerman seharusnya lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina dan memperbaiki kondisi negaranya, terutama terkait imigrasi dan energi,” kata Trump.
Sebelumnya, Trump juga mengungkapkan tengah mengkaji kemungkinan pengurangan jumlah pasukan AS di Jerman sebagai bagian dari evaluasi kehadiran militer di luar negeri. Berdasarkan data Desember 2025, terdapat sekitar 36.436 personel militer AS di Jerman, 12.662 di Italia, dan 3.814 di Spanyol.
Menanggapi pernyataan tersebut, pemerintah Jerman menegaskan tetap berkomitmen pada NATO dan kemitraan transatlantik. Kanselir Friedrich Merz menyebut hubungan dengan Washington tetap terjaga dengan baik di tengah situasi global yang tidak menentu.
“Kami menjaga komunikasi yang erat dan saling percaya dengan mitra kami, terutama di Washington,” ujar Merz.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menyatakan negaranya siap menghadapi kemungkinan pengurangan pasukan AS, meski menekankan pentingnya keberadaan pangkalan militer AS di Jerman.
“Pangkalan Udara Ramstein memiliki peran yang tidak tergantikan, baik bagi Amerika Serikat maupun bagi kami,” katanya.
Di pihak lain, Perdana Menteri Pedro Sánchez menegaskan bahwa Spanyol tetap menjalankan kebijakan pertahanan sesuai kepentingan nasional, meskipun mendapat tekanan dari Washington untuk meningkatkan anggaran hingga 5 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Sikap tersebut memperuncing ketegangan antara kedua negara, bahkan memicu wacana peninjauan hubungan perdagangan dan posisi Spanyol dalam aliansi.
Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, menegaskan bahwa negaranya tidak memerlukan arahan dari pihak luar terkait komitmen terhadap NATO.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu



