Merantau ke Jakarta Perlu Bekal, Bukan Nekat
JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka pintu bagi masyarakat dari berbagai daerah yang ingin mengadu nasib di Ibu Kota. Namun, para calon perantau diingatkan agar tidak hanya mengandalkan keberanian, melainkan juga kesiapan mental dan keterampilan.
Sebagai kota yang inklusif, Jakarta tetap menerima pendatang tanpa rencana operasi yustisi atau pemeriksaan khusus pasca libur Idulfitri. Meski demikian, Pemprov menegaskan bahwa setiap pendatang perlu memiliki bekal yang memadai agar mampu bersaing dan bertahan.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menyebut arus urbanisasi merupakan hal yang tak terhindarkan. Jakarta selama ini menjadi magnet ekonomi dan pusat harapan bagi banyak orang. Namun, keterbukaan tersebut bukan berarti tanpa arah.
Menurutnya, setiap pendatang harus datang dengan persiapan yang matang. Keahlian, kompetensi, serta tujuan yang jelas menjadi bekal utama untuk meraih kehidupan yang lebih baik di Ibu Kota.
“Jangan hanya bermodal nekat. Harus ada rencana dan niat untuk berkontribusi secara produktif,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa urbanisasi tanpa kesiapan berpotensi menimbulkan masalah sosial. Pendatang yang tidak memiliki keterampilan berisiko terjebak dalam pekerjaan informal yang tidak layak, bahkan tindakan negatif yang merugikan diri sendiri dan lingkungan.
Selain itu, kondisi tersebut dapat berdampak pada ketertiban umum serta citra Jakarta sebagai kota metropolitan.
Kenneth mendorong para pendatang untuk membawa semangat kemandirian ekonomi, misalnya dengan membuka usaha kecil, memberdayakan UMKM, atau menciptakan lapangan kerja.
“Sekecil apa pun usahanya, itu adalah kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin mencari peluang hidup lebih baik. Namun, ia mengingatkan bahwa persaingan di Ibu Kota sangat ketat.
Menurutnya, kondisi global yang penuh ketidakpastian juga menjadi faktor yang harus diperhatikan. Karena itu, masyarakat yang ingin merantau diharapkan mempersiapkan diri dengan matang, baik dari sisi keterampilan maupun mental.
“Kehidupan di Jakarta tidak selalu seperti yang dibayangkan. Perlu kesiapan agar bisa bertahan
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu












