TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Ketika Para Pegawai Pemkot Tangsel Jalani WFA

Handphone & Email Tetap Aktif, Koordinasi Lewat Zoom Meeting

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Kamis, 26 Maret 2026 | 07:30 WIB
ASN di Tangsel terapkan skema WFA.
ASN di Tangsel terapkan skema WFA.

CIPUTAT-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menerapkan pola kerja Work From Anywhere (WFA) pada 25-27 Maret 2026. Para pegawai tetap diwajibkan menjalankan tugas serta menjaga komunikasi dan koordinasi secara daring.

 

 Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangsel, Wahyudi Leksono mengatakan, selama penerapan WFA, para pimpinan unit kerja diminta tetap mengatur pekerjaan serta memastikan program kegiatan berjalan sesuai rencana.

 

 Menurutnya, sejumlah pekerjaan administrasi dan perencanaan dapat disiapkan secara daring, terutama untuk kegiatan yang akan dilaksanakan setelah masa libur.

 

 “Para pimpinan unit kerja diminta membuka catatan tugas kantor dan program kegiatan yang akan dilaksanakan pada awal April. Persiapan yang bisa dilakukan secara online seperti membuat kerangka acuan kerja, konsep persuratan, menyusun laporan, hingga pembagian tugas kepada tim masing-masing tetap harus dikerjakan,” ujar Wahyudi saat dihubungi, Rabu (25/3).

 

 Selain itu, komunikasi dan koordinasi antarpegawai juga harus tetap aktif. Seluruh ASN diminta memastikan perangkat komunikasi tetap tersambung agar pekerjaan tidak terhambat.

 

 “Jaringan telepon harus tetap aktif, email dan aplikasi kantor harus dicek secara berkala. Jika diperlukan koordinasi bisa dilakukan melalui zoom meeting atau video conference, termasuk dengan OPD atau lembaga lain yang berkaitan dengan tugas kita,” jelasnya.

 

 Ia juga mengingatkan pegawai yang tetap berada di kantor untuk memastikan kondisi sarana prasarana tetap aman. Petugas diminta melakukan pengecekan jaringan listrik maupun perangkat elektronik kantor.

 

 “Perangkat yang tidak digunakan harus dimatikan, dan aktivitas kantor tetap dilaporkan kepada atasan langsung,” tambahnya.

 

 Terkait rencana pemerintah pusat yang tengah menyiapkan skema WFA secara nasional mulai April 2026 sebagai  bagian dari strategi efisiensi energi, Wahyudi menilai, kebijakan tersebut perlu dipandang sebagai langkah strategis.

 

 Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyiapkan analisis terhadap efektivitas penerapan WFA dari berbagai aspek. “Pemda harus bisa menyiapkan analisa efektivitas WFA dengan berbagai variabel. Saat WFA diberlakukan kita harus bisa menilai seberapa besar tingkat efisiensi yang didapat, baik dari sisi listrik maupun BBM, termasuk efektivitas kinerja aparatur,” ungkapnya.

 

 Selain itu, evaluasi juga perlu dilakukan pada sektor pendidikan untuk melihat efektivitas kegiatan belajar mengajar apabila skema tersebut diterapkan. “Termasuk juga bagaimana efektivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah,” katanya.

 

 Sementara, Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel, Deden Umaidi menceritakan pengalamannya saat menjalani WFA di momen libur lebaran tahun ini. 

 

 Ia menilai, pada prinsipnya tidak ada perbedaan antara bekerja di kantor maupun melalui skema WFA. Menurutnya, yang terpenting adalah setiap pegawai tetap menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab.

 

 “Pada prinsipnya tidak ada perbedaan antara bekerja offline di kantor ataupun dengan skema WFA. Tugas tetap harus diselesaikan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

 

Deden mengaku, selama menjalani WFA hingga masa libur Lebaran dirinya tetap memantau berbagai program kerja melalui ponsel. “Kalau WFA minimal ponsel harus tetap menyala dan online. Semua pekerjaan bisa dipantau melalui HP,” katanya.

 

 Ia mencontohkan,salah satu program yang tetap dipantau selama WFA adalah proses pendaftaran Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) dan Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) bagi pemuda Tangsel yang dibuka menjelang libur Lebaran.

 

“Walaupun sedang WFA atau libur, saya tetap harus memonitor agar proses pendaftaran berjalan lancar. Jadi pekerjaan tetap berprogres,” jelasnya.

 

Selain itu, berbagai pelaporan kegiatan juga kini dilakukan secara daring melalui sistem sehingga pekerjaan dapat tetap berjalan dari mana saja. “Dimana pun kita berada, pekerjaan tetap menjadi tanggung jawab kita,” tegasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit