DPR Terapkan Penghematan, Rapat Tanpa Snack
JAKARTA – Upaya efisiensi mulai diterapkan di Gedung DPR dengan memangkas berbagai fasilitas operasional. Salah satunya, rapat kini tidak lagi disertai penyediaan makanan ringan.
Kebijakan ini tertuang dalam surat edaran Sekretariat Jenderal DPR yang terbit pada 27 Maret 2026, sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat untuk menekan anggaran di lingkungan lembaga negara.
Sejumlah langkah penghematan diberlakukan, mulai dari pembatasan penggunaan listrik, air, hingga konsumsi rapat. Pendingin ruangan (AC), lift, dan eskalator hanya dioperasikan pukul 07.00 hingga 18.00. Setelah itu, penggunaan lift bahkan dikurangi hingga 70 persen.
Untuk konsumsi, rapat internal kini hanya menyediakan makan utama tanpa snack. Sementara rapat daring tidak diperkenankan menyediakan jamuan sama sekali.
Efisiensi juga menyasar penggunaan kendaraan dinas dengan pembatasan bahan bakar, serta imbauan bagi pegawai untuk beralih ke transportasi umum. Selain itu, fasilitas olahraga yang menggunakan listrik juga dibatasi operasionalnya hingga pukul 18.00.
Sekretaris Jenderal DPR, Indra Iskandar, membenarkan kebijakan tersebut. Ia menyebut, sebelumnya rapat sering disertai snack hingga makan siang, namun kini ditiadakan demi penghematan.
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menilai langkah ini sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menjaga kesehatan fiskal negara. Menurutnya, DPR harus memberi contoh dalam penggunaan anggaran yang lebih bijak.
Sementara itu, peneliti Formappi, Lucius Karus, menilai kebijakan ini positif, namun tidak bisa dianggap sebagai sikap politik DPR secara kelembagaan. Ia menegaskan publik masih menunggu langkah yang lebih substansial dari DPR dalam merespons kondisi ekonomi.
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu


