Duka Mendalam Keluarga, Jenazah Kapten Zulmi Masih Dinanti Pulang dari Lebanon
JAWA BARAT – Duka mendalam menyelimuti keluarga Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, salah satu dari tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akibat serangan di Lebanon Selatan.
Kapten Zulmi, prajurit asal Kota Cimahi, Jawa Barat, yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR), gugur pada Senin, 30 Maret 2026 saat menjalankan tugas pengawalan.
Kabar duka ini menyelimuti keluarga di Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara. Pihak keluarga mengaku telah menerima informasi sejak Senin sore, namun baru memperoleh konfirmasi resmi pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
“Ya, benar, adik kami Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar meninggal di Lebanon,” ujar sepupu almarhum, Risman Efendi.
Hingga kini, keluarga masih menantikan kepastian pemulangan jenazah dari Lebanon ke Indonesia.
“Jenazahnya masih di sana. Kami masih menunggu kabar dari komandan kesatuan. Mudah-mudahan bisa segera dipulangkan,” kata Risman.
Kapten Zulmi diketahui merupakan anggota Grup 2 Kopassus/Para Komando yang bermarkas di Solo. Ia telah berdinas sejak 2015 dan dalam setahun terakhir tergabung dalam Satgas TNI Konga XXIII-S UNIFIL.
“Kami berharap almarhum diterima di sisi Allah SWT,” tambahnya.
Tiga Prajurit Gugur dalam Dua Insiden
Kepala Pusat Penerangan TNI, Aulia Dwi Nasrullah, mengungkapkan bahwa terdapat tiga prajurit yang gugur dalam dua insiden terpisah di wilayah Lebanon Selatan.
Mereka adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Selain itu, lima prajurit lainnya mengalami luka-luka.
“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik yang tinggi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).
Insiden pertama terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026 pukul 20.44 waktu Lebanon di markas pasukan perdamaian Indobatt UNP 7-1, Desa Achid Alqusayr. Dalam peristiwa tersebut, Praka Farizal Rhomadhon gugur, sementara tiga prajurit lainnya mengalami luka.
Insiden kedua terjadi pada Senin, 30 Maret 2026, saat tim pengawalan Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL menjalankan misi pengamanan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU). Ledakan terjadi pada kendaraan yang digunakan, menyebabkan gugurnya Kapten Zulmi dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Dua prajurit lainnya yang mengalami luka, yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit St. George, Beirut.
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Opini | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu





