MBG di Cianjur Hadir dengan Konsep Prasmanan, Siswa Antusias
JAWA BARAT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur menghadirkan inovasi baru dengan konsep prasmanan. Skema ini mulai diterapkan oleh Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nagrak 2 di SMP Negeri 1 Cianjur, bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah usai libur Lebaran, Selasa (31/3/2026).
Kepala SPPG Nagrak 2 Cianjur, Aldy Rizaldy, menjelaskan bahwa konsep prasmanan diperkenalkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi para siswa sebagai penerima manfaat. Program ini direncanakan akan diterapkan secara bergilir di sejumlah sekolah.
“MBG dengan konsep prasmanan akan dilaksanakan secara bergantian, kurang lebih satu kali dalam seminggu di tiap sekolah,” ujar Aldy, dikutip dari keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, sistem bergilir ini bertujuan agar seluruh siswa dapat merasakan pengalaman yang sama. Ia juga menambahkan, pelaksanaan perdana yang bertepatan dengan momen halal bihalal semakin memperkuat suasana kebersamaan di lingkungan sekolah.
Di SMP Negeri 1 Cianjur, sebanyak 1.417 penerima manfaat yang terdiri dari siswa dan tenaga pendidik mengikuti program ini. Beragam menu bergizi disajikan, mulai dari nasi putih, ayam betutu, ikan kembung, capcay, hingga buah potong.
Seluruh hidangan disiapkan sesuai standar gizi yang telah ditetapkan, dengan tetap mengutamakan kebersihan dan kepraktisan melalui penggunaan wadah ompreng.
Koordinator MBG di SMP Negeri 1 Cianjur, Dian Radiansyah, mengapresiasi inovasi tersebut. Ia menilai menu yang disajikan tidak hanya lezat, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang.
“Menunya lengkap, ada sayur, protein, ikan, dan buah. Hampir semuanya habis dimakan, artinya program ini berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Dian berharap kualitas makanan dan pelayanan dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan ke depan. Ia juga menegaskan kesiapan pihak sekolah untuk terus mendukung keberlangsungan program MBG.
Antusiasme tinggi terlihat dari para siswa. Mereka menyambut positif konsep prasmanan karena dapat melihat langsung variasi menu yang tersedia dan merasa porsi yang didapat lebih memuaskan.
“Nilainya 100,” ujar salah satu siswa. “Kalau prasmanan, porsinya terasa lebih banyak,” timpal siswa lainnya.
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Opini | 3 hari yang lalu
TangselCity | 9 jam yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu





