TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Trump Banggakan Operasi Epic Fury, Schumer Sebut Blunder Terbesar AS

Reporter: Farhan
Editor: AY
Kamis, 02 April 2026 | 10:21 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memaparkan keberhasilan Operasi Epic Fury dalam pidato nasional di Gedung Putih, Rabu (1/4/2026) malam. Foto : Ist
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memaparkan keberhasilan Operasi Epic Fury dalam pidato nasional di Gedung Putih, Rabu (1/4/2026) malam. Foto : Ist

AMERIKA SERIKAT – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memaparkan keberhasilan Operasi Epic Fury dalam pidato nasional di Gedung Putih, Rabu (1/4/2026) malam waktu setempat atau Kamis (2/4/2026) pagi WIB. Namun, pidato tersebut menuai kritik tajam dari sejumlah pihak, termasuk Pemimpin Minoritas Senat AS, Chuck Schumer.

 

“Kebijakan Donald Trump di Iran akan tercatat sebagai salah satu blunder terbesar dalam sejarah kita,” ujar Schumer, seperti dikutip dari BBC, Kamis (2/4/2026).

 

Politisi Partai Demokrat asal New York itu menilai Trump gagal menjelaskan secara rinci tujuan perang, alasan menjauh dari sekutu, serta kurang memperhatikan persoalan domestik yang dihadapi masyarakat Amerika.

 

Di sisi lain, dukungan datang dari Senator Partai Republik, Lindsey Graham. Dalam wawancaranya dengan Fox News, Graham menyebut Iran sebenarnya memiliki peluang untuk menempuh jalur diplomasi.

 

“Iran punya pilihan untuk membuat kesepakatan, tetapi mereka memilih untuk menghadapi serangan,” ujarnya.

Graham juga menilai pidato Trump telah menjelaskan target strategis yang dapat melemahkan kemampuan rezim Iran untuk bertahan dalam jangka panjang, termasuk ancaman terhadap infrastruktur vital seperti jaringan listrik.

 

Dalam pidatonya, Trump mengklaim sejumlah pencapaian penting, antara lain penghancuran rudal balistik Iran beserta fasilitas produksinya.

 

Diketahui, operasi militer Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran telah dimulai sejak 28 Februari 2026 melalui serangkaian serangan udara di berbagai wilayah. Salah satu serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit