Petani Bongkar Jembatan Di Sepanjang Pertokoan Pasar Jiput
Saluran Irigasi Tersendat Ke Persawahan & Sampah Menumpuk
PANDEGLANG - Jembatan yang memfasilitasi pertokoan di wilayah Pasar Jiput, Desa Jiput, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, telah mengganggu pengairan persawahan, mengakibatkan pendangkalan, dan sampah menumpuk hingga membuat saluran irigasi Cibakul tersendat, serta berdampak banjir.
Maka dari itulah para petani melakukan normalisasi irigasi Cibakul secara mandiri dengan cara membongkar jembatan-jembatan tersebut, Minggu (5/4).
Camat Jiput Ade Juliansyah, membenarkan para petani di wilayahnya telah melakukan normalisasi irigasi Cibakul, di sepanjang kawasan Pasar Jiput.
“Ya, pembongkaran dilakukan bersama para petani. Hal itu dilakukan hasil musyawarah masyarakat khususnya petani dengan Pak Pjs Kepala Desa (Kades) Jiput dan para pedagang Pasar Jiput, pada malam Sabtu (4/4) lalu,” kata Ade, Senin (6/4).
“Alhamdulillah, masyarakat yang ada di sekitar pasar dengan para petani sudah bisa saling menerima. Kalau dulu memang ada persoalan, alhamdulilah sekarang beres,” sambungnya.
Pembongkaran dilakukan jelas Ade, karena jembatan-jembatan tersebut mengakibatkan saluran irigasi tersendat hingga mengakibatkan aliran air tidak mengalir ke persawahan milik para petani.
“Jadi kan ada sampah yang nyangkut, hingga aliran irigasi yang mengairi persawahan milik petani tidak terairi, makanya di bongkarlah jembatan-jembatan kecil yang ada di atas irigasi Cibakul tersebut,” ungkapnya.
Adapun target yang harus dilakukan pembongkaran kurang lebih sepanjang 15-20 meter. Katanya, pembongkaran yang dilakukan baru selesai setengah saja, dan akan dilakukan kembali pada pekan depan.
“Pembokaran itu dilakukannya setiap hari Minggu hingga dapat diselesaikan, saat ini dibongkarnya baru setengah. Yang menutupi dan menghambat saluran irigasi itu hanya sekitar 15-20 meter. Kalau jembatan yang tinggi nggak dibongkar, tapi kalau jembatan yang menghalangi aliran air dibongkar,” jelasnya lagi.
Katanya lagi, selain para petani, Pjs Kades beserta jajarannya, dan Muspika baik Polsek maupun Koramil juga pada ikut turun membantu melakukan normalisasi irigasi tersebut. “Alhamdulillah, dengan dilakukannya pembongkaran tersebut, sekarang aliran air normal kembali,” ujarnya.
Selain itu kata Camat Ade, agar tidak terjadi sumbatan dan pendangkalan, akan dilakukan penanganan sampah jangka panjang dengan menggandeng para pihak terkait di wilayah Pasar Jiput tersebut.
“Terus pengangkatan sampah juga akan berkoordinasi antara pihak Desa Jiput dengan pihak minimarket. Jadi nanti minimarket harus menyediakan tong sampah,” pungkasnya.
Ade menegaskan, irigasi Cibakul Kecamatan Jiput tersebut, kewenangannya ada di pihak Balai Pusat. “Bukan di kami kewenangan irigasi Cibakul tersebut, tapi ada di pihak Balai Pusat,” tandasnya.
Salah seorang pengendara roda dua yang sering melintas di Jalan Raya Jiput-Caringin, Aldi mengaku sangat mendukung dengan adanya pembongkaran jembatan yang ada di depan pertokoan Pasar Jiput tersebut.
“Alhamdulillah, saya sangat mendukung dengan adanya pembongkaran jembatan-jembatan tersebut. Karena itu tadi kalau hujan deras air dan sampah kerap ke jalan, hingga membahayakan para pengguna jalan seperti saya yang rutin melintas di jalan Jiput-Caringin,” katanya.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu


