TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Donald Trump Tunda Serangan ke Iran 2 Pekan, Syaratnya Selat Hormuz Dibuka

Reporter & Editor : AY
Rabu, 08 April 2026 | 09:55 WIB
Bendera Amerika Serikat dan Iran. Foto : Ist
Bendera Amerika Serikat dan Iran. Foto : Ist

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan menunda rencana serangan militer terhadap Iran selama dua pekan. Penundaan itu diberikan dengan syarat Teheran membuka akses penuh dan aman di Selat Hormuz.

 

Keputusan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Selasa (7/4/2026). Ia menyebut, langkah ini diambil setelah adanya permintaan dari pemimpin Pakistan agar Amerika Serikat menahan eskalasi militer.

 

“Jika Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman, saya setuju menangguhkan serangan selama dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah,” tulis Trump.

 

Sebelumnya, Trump sempat melontarkan ancaman keras untuk menyerang fasilitas vital Iran, termasuk pembangkit listrik dan infrastruktur strategis, jika akses jalur energi global tersebut tidak dibuka.

 

Trump juga mengklaim bahwa Amerika Serikat telah mencapai sebagian besar tujuan militernya dan kini berada di jalur menuju kesepakatan damai jangka panjang dengan Iran serta stabilitas di kawasan Timur Tengah.

 

Ia mengungkapkan, Washington telah menerima proposal 10 poin dari Teheran yang dinilai bisa menjadi dasar penyelesaian konflik. “Hampir semua poin perselisihan di masa lalu telah disepakati. Periode dua minggu ini akan dimanfaatkan untuk memfinalisasi kesepakatan,” ujarnya.

 

Respons Iran

 

Pihak Iran turut memberikan sinyal positif. Dalam pernyataan resmi yang diunggah pada 7 April 2026, otoritas keamanan nasional Iran menyatakan kesiapan membuka akses pelayaran di Selat Hormuz.

 

Disebutkan, jalur tersebut akan dibuka dengan pengawasan dan koordinasi Angkatan Bersenjata Iran, dengan mempertimbangkan sejumlah keterbatasan teknis.

 

Langkah ini dinilai sebagai peluang penting untuk meredakan ketegangan sekaligus menjaga stabilitas distribusi energi global yang selama ini sangat bergantung pada Selat Hormuz.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit