Pemkot Kaji Penampung Air Di Bawah Jalan
Tangani Banjir Yang Kerap Melanda
CIPUTAT-Guna menangani banjir, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) bakal memperbanyak long storage atau saluran besar di bawah jalan. Long storage berfungsi menampung air ketika debit air di sungai tinggi.
Solusi ini mengemuka saat rapat evaluasi rapat penanganan banjir semua instansi di Pemkot. “Ya kami sudah melakukan rapat, tinjauan juga ke lapangan. Teman-teman semua terkait kondisi banjir,” ujar Pilar saat dijumpai di Puspemkot Tangsel, Rabu (8/4).
Menurut Pilar, banjir yang terjadi tidak terlepas dari kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Tangsel. Ia menyebut curah hujan bahkan bisa terjadi terus-menerus hingga dua sampai tiga hari.
“Memang saat ini dengan kondisi perubahan iklim yang cukup ekstrem, ternyata hujan di wilayah Tangerang Selatan itu bisa mencapai tiga hari tiga malam, dua hari dua malam. Pagi, siang, sore itu hujan turun,” jelasnya.
Selama beberapa tahun terakhir, Pemkot Tangsel sebenarnya telah melakukan berbagai upaya penanganan banjir di aliran sungai. Di antaranya peninggian turap, pemasangan beton, hingga normalisasi sungai.
Namun, langkah tersebut lebih difokuskan untuk memperlancar aliran air di sungai. Sementara persoalan yang muncul saat ini lebih banyak terjadi di kawasan permukiman.
Pilar menjelaskan, saat debit air di sungai meningkat, air dari permukiman tidak dapat mengalir secara gravitasi menuju sungai sehingga menimbulkan genangan.
“Air itu tidak bisa mengalir ke sungai karena tampungan di sungainya sudah terlalu besar debitnya. Jadi air yang ada di permukiman itu tidak bisa mengalir,” katanya.
Meski demikian, di sejumlah lokasi yang telah memiliki sistem polder air, genangan dapat surut lebih cepat meskipun hujan berlangsung cukup lama.
“Di beberapa titik yang sudah dibangun polder air, alhamdulillah pada saat hujan kemarin yang cukup ekstrem, dalam waktu satu jam sudah surut,” ungkapnya.
Sebaliknya, wilayah yang belum memiliki sistem penampungan air seperti polder maupun long storage menjadi titik yang paling terdampak banjir. Karena itu, Pemkot Tangsel kini tengah mengkaji pembangunan long storage atau saluran penampung air berukuran besar di bawah jalan.
Fungsinya sebagai tempat penampungan sementara air dari permukiman ketika debit sungai sedang tinggi. Saluran tersebut direncanakan memiliki ukuran cukup besar, bahkan lebarnya bisa mencapai lima meter dengan panjang ratusan meter hingga satu kilometer.
Air dari kawasan permukiman nantinya akan ditampung terlebih dahulu di saluran tersebut. Setelah kondisi sungai kembali normal, air kemudian dipompa keluar menuju sungai. “Pada saat sudah surut di sungainya, baru kita pompa ke sungai. Menurut teknisnya seperti itu,” jelas Pilar.
Saat ini, Pemkot Tangsel melalui instansi terkait tengah menghitung kebutuhan anggaran pembangunan sistem penampungan air tersebut. “Nanti kita hitung dulu berapa biayanya. Nanti kita sampaikan ke Pak Wali bagaimana skema penggunaan APBD supaya dalam dua tahun ke depan bisa tuntas,” katanya.
Selain itu, Pilar juga menyoroti, pentingnya integrasi saluran drainase antarperumahan. Ia menemukan adanya perbedaan ukuran saluran antara satu kawasan dengan kawasan lain yang menyebabkan aliran air tidak lancar.
Ia pun mengingatkan para pengembang perumahan agar tidak mengubah spesifikasi saluran yang telah tercantum dalam perizinan.
“Jangan sampai di perizinannya salurannya besar, tapi pada saat pembangunan diperkecil. Ini yang harus kita awasi,” tegasnya.
Pilar menambahkan, Pemkot Tangsel tidak akan segan memberikan sanksi kepada pengembang yang melanggar aturan, termasuk mengevaluasi hingga tidak memberikan izin proyek di masa mendatang.
“Kalau ada pengembang yang nakal, kita evaluasi izinnya. Ke depan bisa saja tidak kita berikan izin lagi,” tandasnya.
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu


