TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Serangan Israel ke Lebanon Memanas, Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak

Reporter & Editor : AY
Jumat, 10 April 2026 | 09:44 WIB
Selat Hormuz. Foto : Ist
Selat Hormuz. Foto : Ist

IRAN - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Serangan militer Israel yang terus menggempur wilayah Lebanon memicu reaksi keras dari Iran. Dampaknya, Teheran kembali menutup Selat Hormuz—jalur vital perdagangan minyak dunia—yang langsung mengguncang pasar energi global.

 

Serangan Israel dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah strategis Lebanon, termasuk Beirut, Tyre, dan Sidon, pada Rabu (8/4/2026). Rentetan ledakan menghancurkan bangunan dan memicu kepanikan warga. Asap tebal membumbung tinggi, sementara sirene ambulans terus meraung mengevakuasi korban dari lokasi serangan.

 

Pemerintah Lebanon mencatat sedikitnya 182 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Perdana Menteri Nawaf Salam pun menetapkan hari berkabung nasional sebagai bentuk penghormatan bagi para korban.

“Hari berkabung nasional untuk para martir dan korban luka akibat serangan terhadap warga sipil tak bersalah,” tegasnya.

 

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan operasi militer tersebut tidak melanggar kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menegaskan serangan terhadap Hizbullah akan terus berlanjut.

 

“Kami masih memiliki target. Itu akan kami capai, baik melalui kesepakatan maupun pertempuran,” ujarnya. Netanyahu bahkan mengklaim pihaknya mampu menghantam 100 target hanya dalam waktu 10 menit.

 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mendukung pernyataan tersebut. Ia menilai serangan Israel tidak termasuk dalam cakupan kesepakatan dengan Iran.

 

Sebagai respons, Iran mengambil langkah strategis dengan menutup kembali Selat Hormuz. Kebijakan ini langsung berdampak pada lonjakan harga minyak dunia.

 

Data menunjukkan harga minyak mentah Brent naik 2,74 persen menjadi 97,35 dolar AS per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) meningkat 3,2 persen ke level 97,43 dolar AS per barel.

 

Meski sempat dibuka terbatas, hanya dua kapal tanker yang dilaporkan berhasil melintas, yakni kapal Yunani NJ Earth dan kapal berbendera Liberia Daytona Beach.

 

Iran juga memberikan izin khusus bagi enam negara Asia—Filipina, Pakistan, India, China, Jepang, dan Malaysia—untuk melintas. Namun, peringatan keras tetap disampaikan.

 

Angkatan Laut Iran menegaskan bahwa kapal yang melintas tanpa izin akan dianggap sebagai target. Selain itu, mereka juga mengingatkan adanya potensi ranjau laut di perairan tersebut, sehingga kapal-kapal disarankan mencari jalur alternatif demi keselamatan.

 

Situasi ini menambah ketidakpastian global, terutama di sektor energi dan perdagangan internasional, yang sangat bergantung pada stabilitas kawasan tersebut.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit