Mimpi Buruk Barcelona di Liga Champions Belum Usai
SPANYOL - Mimpi buruk FC Barcelona di Liga Champions terus berlanjut—bahkan sudah lebih dari satu dekade. Dominasi permainan seolah tak berarti ketika momen krusial justru lepas begitu saja.
Teranyar, Barcelona kembali harus mengubur impian mereka di kompetisi elite Eropa. Meski menang 2-1 pada leg kedua perempat final di kandang Atletico Madrid, tim asuhan Hansi Flick tetap tersingkir dengan agregat 2-3. Kekalahan ini sekaligus memperpanjang puasa gelar Liga Champions mereka menjadi 11 tahun.
Secara statistik, hasil tersebut terasa makin menyakitkan. Dalam dua leg, Blaugrana mencatatkan 15 tembakan tepat sasaran, namun hanya mampu menghasilkan dua gol. Sebaliknya, Atletico tampil jauh lebih efisien dengan mencetak tiga gol dari delapan tembakan tepat sasaran. Pada laga di Metropolitano, Barcelona bahkan menguasai 71 persen penguasaan bola angka yang tak cukup untuk mengubah nasib.
Situasi ini seakan menjadi pengulangan pahit masa lalu, mengingatkan pada kegagalan melawan Chelsea FC di Liga Champions 2012. Kala itu, dominasi permainan Barcelona juga dipatahkan oleh efektivitas serangan balik lawan.
Masalah disiplin turut memperparah keadaan. Dua kartu merah yang diterima dalam dua pertemuan melawan Atletico menjadi pukulan telak yang sulit dipulihkan.
Media Spanyol, Diario Sport, menilai kegagalan ini sebagai bukti bahwa sepak bola tak hanya soal penguasaan bola. “Efisiensi dan momen-momen penting selalu menjadi faktor penentu,” tulis mereka.
Di sisi lain, Atletico kembali menunjukkan mentalitas kuat mereka. Klub asal Madrid itu kini mencatatkan rekor impresif: lolos 22 kali ke fase berikutnya setelah memenangkan leg pertama di kandang lawan.
Dengan tujuh kekalahan dari sepuluh laga perempat final terakhir, Barcelona kini hanya memiliki satu target realistis musim ini—mempertahankan gelar domestik di LaLiga.
“Kami layak ke semifinal. Kami seharusnya mencetak lebih banyak gol, tapi inilah kenyataannya,” ujar Flick.
“Kami tentu kecewa. Semua punya mimpi besar menjuarai Liga Champions, dan kami masih dalam proses menuju ke sana.”
Kenyataannya, mimpi besar itu kembali tertunda. Dan bagi Barcelona, Liga Champions masih menjadi panggung penuh luka yang belum juga sembuh.
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu


