TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Korban Meninggal Dunia Ditabrak Kepala Dinas Di Pandeglang Bertambah 1 Orang

Jumlah Meninggal Dunia Jadi 2 Orang & 7 Orang Masih Dirawat

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Jumat, 01 Mei 2026 | 20:38 WIB
KRITIS. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, korban kecelakaan maut Dewi Handayani yang sempat kritis dan menjalani perawatan di RSUD Berkah Pandeglang, telah di longok Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, kemarin. (ISTIMEWA)
KRITIS. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, korban kecelakaan maut Dewi Handayani yang sempat kritis dan menjalani perawatan di RSUD Berkah Pandeglang, telah di longok Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, kemarin. (ISTIMEWA)

PNDEGLANG - Selain anak sekolah yang meninggal dunia akibat ditabrak Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang, Ahmad Mursidi, salah seorang pedagang Dewi Handayani yang menjadi korban dalam kecelakaan maut tersebut, telah mengembuskan napas terakhir di RSUD Berkah Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB.

 

Perlu diketahui sebelumnya, seorang siswa SD bernama Tb. M. Atharul Millal meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara, Dewi Handayani sempat kritis, dan mendapatkan perawatan di RSUD Berkah Pandeglang. Namun, saat menjalani perawatan di RSUD Berkah Pandeglang, Dewi Handayani mengembuskan napas terakhir.

 

Jadi saat ini, korban meninggal dunia bertambah menjadi 2 orang, dari total korban dalam kecelakaan tersebut mencapai sembilan orang.

 

Dari informasi yang dihimpun, Dewi diketahui sehari-hari berjualan takoyaki di depan SDN Sukaratu 5. Ia tinggal di Komplek Perumahan Ciputri, Desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang dengan status mengontrak.

Ketua RT setempat, Endang membenarkan kabar meninggalnya Dewi yang merupakan warganya. Ia menyebut korban dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik selama tinggal di lingkungan tersebut.

 

“Betul, beliau warga kami yang mengontrak di Blok C5. Orangnya baik dan ramah,” kata Endang saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (1/5).

 

Korban baru beberapa waktu tinggal di wilayah tersebut, setelah pindah dari Jakarta bersama suaminya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ungkap RT, Dewi berjualan di depan sekolah sambil menunggu anaknya.

 

Jenazah korban, lanjut Endang, telah dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan di wilayah Kecamatan Patia, Pandeglang. “Rencananya dimakamkan di Patia, tadi sudah dibawa,” katanya.

 

Endang juga menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tragis tersebut dan berharap keluarga korban diberikan ketabahan. “Kami turut berduka cita. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” pungkasnya.

 

Pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pandeglang, belum menahan dan menetapkan tersangka kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang, Ahmad Mursidi, yang terlibat dalam kasus kecelakaan maut di depan SDN Sukaratu 5.

 

Belum ditetapkannya sebagai tersangka, pihak Satlantas Polres Pandeglang berdalih masih mengumpulkan bukti-bukti, memeriksa para saksi untuk proses penyidikan.

 

Kasatlantas Polres Pandeglang, AKP Burhanudin Surya Muhammad, membenarkan kecelakaan yang terjadi di depan SDN Sukaratu 5 telah memakan korban jiwa, dan luka-luka.

 

“Terkait kecelakaan lalu lintas di depan SDN Sukaratu 5 melibatkan kendaraan Toyota Innova hitam yang dikendarai saudara Ahmad Mursidi, yang menabrak kerumunan anak sekolah yang ada di depan SD,” ungkap AKP Surya, saat diwawancara wartawan di lingkungan Mapolres Pandeglang, Kamis (30/4).(pal)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit