TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Harapan Sederhana Abdi Dalem Mbah Taruno di Tanah Suci

Oleh: M Rusmadi RM
Editor: AY
Minggu, 03 Mei 2026 | 09:42 WIB
Haji asal Yogyakarta Mbah Taruno dan Sumarni. Foto : M Rusmadi
Haji asal Yogyakarta Mbah Taruno dan Sumarni. Foto : M Rusmadi

MAKKAH - Senyum hangat tak lepas dari wajah Taruno Tanoyo saat ditemui di sebuah hotel di kawasan Misfalah, Makkah. Pria kelahiran 8 Desember 1941 itu tampak segar dan penuh semangat, meski baru saja menempuh perjalanan darat selama sekitar tujuh jam dari Madinah menuju Makkah.


Saat ditemui tim Media Center Haji (MCH), Mbah Taruno telah mengenakan kain ihram. Bersama rombongan kloter 1 Embarkasi Yogyakarta (YIA), ia bersiap menunaikan umrah wajib yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (30/4/2026) pukul 22.00 waktu setempat.


Didampingi sang istri, Sumarni, Mbah Taruno mengungkapkan rasa syukur mendalam karena akhirnya dapat menunaikan ibadah haji. Di balik perjalanan panjang tersebut, tersimpan harapan sederhana: meraih haji mabrur serta keberkahan hidup, hingga kelak mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.


Ketika ditanya mengenai doa yang ingin dipanjatkan di Tanah Suci, keduanya kompak menyebut satu hal utama: kesehatan. Mereka berharap diberikan kekuatan untuk menjalani seluruh rangkaian ibadah, terutama saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Semoga diparingi kesehatan,” ujar Mbah Taruno lirih.


Perjuangan Panjang Menuju Baitullah
Perjalanan Mbah Taruno menuju Tanah Suci bukanlah sesuatu yang instan. Demi mewujudkan impian berhaji, ia rela menjual seluruh ternak yang dimilikinya. Hasil penjualan tersebut digunakan untuk melunasi biaya perjalanan haji.


Sementara itu, setoran awal ia kumpulkan dengan penuh kesabaran selama puluhan tahun. Sejak 1965, ia mengabdi sebagai abdi dalem di Pura Pakualaman. Meski berpenghasilan terbatas, ia tetap menyisihkan sebagian rezekinya untuk ditabung.
“Nabung tiap hari, jumlahnya tidak menentukan,” kenangnya.


Seiring bertambahnya usia, niat berhaji semakin kuat. Setelah sempat menunaikan umrah pada 2018, ia dan sang istri akhirnya mendaftarkan diri dari kampung halaman mereka di Kulon Progo.


“Alhamdulillah masih ada sisa uang untuk mendaftar haji, jadi kami berangkat berdua,” tutur Mbah Taruno.
Tahun ini, impian itu akhirnya terwujud. Bersama kloter pertama Embarkasi Yogyakarta, ia tiba di Makkah pada 30 April 2026, setelah sebelumnya menetap di Madinah sejak 22 April.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit