Libur Sekolah Dimanfaatkan Pemerintah untuk Benahi SPPG dan Tingkatkan Kualitas Program MBG
JAKARTA – Pemerintah memanfaatkan masa libur sekolah untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan penataan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa operasional dapur SPPG yang menyuplai makanan bagi program MBG dihentikan sementara selama libur sekolah. Kebijakan ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan di berbagai aspek layanan.
“Karena sekolah sedang memasuki masa libur, Badan Gizi Nasional (BGN) memanfaatkan momentum ini untuk menghentikan sementara operasional dapur MBG dan melakukan evaluasi secara menyeluruh,” ujar Qodari di Jakarta, Rabu (17/6).
Menurutnya, masa libur yang berlangsung cukup panjang menjadi kesempatan ideal untuk meninjau kondisi fasilitas, proses pengolahan makanan, hingga penerapan standar kesehatan dan kebersihan di setiap SPPG.
Evaluasi mencakup sarana dan prasarana, kualitas proses memasak, standar higienitas, serta mutu makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat, yakni siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Qodari menegaskan, evaluasi yang selama ini telah berjalan akan diperkuat dengan penerapan standar disiplin yang lebih ketat agar kualitas pelayanan SPPG semakin optimal.
Sebagai bagian dari perbaikan tata kelola, pemerintah juga menyiapkan sistem grading atau penilaian kinerja bagi SPPG. Nantinya, setiap unit akan dikelompokkan ke dalam beberapa kategori berdasarkan kualitas layanan yang diberikan.
“SPPG akan dinilai dan diklasifikasikan, misalnya kategori A untuk yang terbaik, kategori B untuk yang cukup baik, dan kategori C bagi yang masih membutuhkan pembenahan,” jelasnya.
Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar pemberian insentif. SPPG dengan kinerja dan kualitas layanan terbaik akan memperoleh insentif lebih besar dibandingkan unit yang nilainya masih rendah.
Selain itu, pemerintah melalui BGN juga menyiapkan sejumlah langkah lanjutan untuk memperkuat implementasi Program MBG, termasuk melakukan moratorium pembangunan SPPG baru. Kebijakan ini diambil karena jumlah SPPG yang beroperasi saat ini dinilai telah memadai, sehingga fokus diarahkan pada peningkatan kualitas dan tata kelola unit yang sudah ada.
Pemerintah juga tengah mengkaji skema insentif yang lebih efektif, termasuk kemungkinan mengaitkan besaran insentif dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani masing-masing SPPG.
“Fokus utama kami adalah memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kualitas layanan agar manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan masyarakat secara lebih optimal,” tegas Qodari.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Melalui evaluasi dan penataan yang dilakukan selama masa libur sekolah, pemerintah berharap kualitas layanan SPPG semakin baik saat kegiatan belajar mengajar kembali dimulai.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 15 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu



