IWAPI Banten Jadi Penggerak Perempuan Naik Kelas
SERANG - Musyawarah Daerah (Musda) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) merupakan forum komunikasi antara DPD dan DPC dan mengevaluasi program kerja lima tahun sebelumnya. Selain itu, Musda juga bertujuan untuk merancang program kerja lima tahun ke depan dan yang tak kalah pentingnya adalah memilih Ketua Umum DPD IWAPI.
Demikian disampaikan Ketua Umum DPP IWAPI, Nita Yudi saat menyampaikan sambutannya pada acara Musda II DPD IWAPI Provinsi Banten yang digelar di Pendopo Gubernur Banten, di Kota Serang, Senin (4/5/2026). Menurutnya, Musda juga menjadi momentum kebangkitan dan penguatan peran perempuan pengusaha di Banten.
“Alhamdulillah IWAPI yang telah berusia 51 tahun, telah berada di 38 provinsi dan satu perwakilan di Malaysia dengan jumlah anggota 40.000 perempuan pengusaha, di mana 98 persen bergerak dalam usaha skala UMKM dan 2 persen lainnya di skala usaha besar,” terang Nita Yudi, melalui siaran pers yang diterima tangselpso.id.
Ia menjelaskan, selama 51 tahun perjalanan IWAPI fokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan dengan tiga program kerja utamanya yaitu, peningkatan SDM, Marketing dan keuangan. “Saya tegaskan kembali bahwa IWAPI harus menjadi kekuatan ekonomi, bukan sekadar organisasi. Perempuan pengusaha hari ini bukan lagi pelengkap, tetapi kita adalah penggerak ekonomi keluarga, daerah, bahkan bangsa. Namun kita juga harus jujur masih ada tantangan besar,” tegasnya
Dia mengamanatkan, agar IWAPI Banten tampil dan berperan sebagai penggerak perempuan UMKM untuk naik kelas, menjadi jembatan antara pelaku usaha dengan akses pembiayaan, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekonomi daerah.
“Saya Yakini, jika perempuan pengusaha bergerak bersama, ekonomi daerah akan melesat lebih cepat. Inilah saatnya IWAPI lebih solid, lebih adaptif, dan lebih berdampak. Tidak cukup hanya berkegiatan, tetapi harus menghasilkan perubahan nyata,” tukasnya.
Hal yang sama disampaikan Ketua Umum DPD IWAPI Provinsi Banten, Lilis Komariah. Menurutnya, Musda II ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi merupakan momentum strategis untuk melakukan konsolidasi, serta merumuskan langkah-langkah ke depan yang lebih progresif dan berdampak.
“Kita dituntut untuk memperkuat kolaborasi, tidak hanya di internal organisasi, tetapi juga dengan pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. IWAPI memiliki peran yang sangat penting sebagai wadah perempuan pengusaha untuk tumbuh, berkembang, dan berdaya saing,” paparnya.
Oleh karena itu, lanjut dia, IWAPI harus mampu menjadi motor penggerak dalam menciptakan perempuan-perempuan tangguh, mandiri, dan inovatif. IWAPI juga harus terus mendorong peningkatan kapasitas anggota, membuka akses pasar, memperkuat jaringan usaha, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari transformasi bisnis di era saat ini.
“Perempuan pengusaha bukan hanya pelaku ekonomi, tetapi juga pilar keluarga dan agen perubahan di tengah masyarakat. Ketika perempuan berdaya, maka keluarga akan kuat, dan ketika keluarga kuat, maka daerah dan bangsa pun akan maju,” jelasnya.
Sementara, Wakil Ketua Umum Kadin Banten, Nunung Nursiamuddin saat menyampaikan arahan dari Ketua Umum Kadin Banten menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IWAPI Banten. Kata dia, Kadin Banten menyaksikan langsung bagaimana IWAPI menjadi mitra strategis kami di lapangan.
“Data yang ada di Kadin Provinsi Banten, 64 persen UMKM di Banten digerakkan oleh perempuan. Artinya, kalau IWAPI kuat, ekonomi Banten ikut kuat. Dari industri kreatif di Tangerang, kerajinan di Pandeglang, sampai kuliner di Serang, produk anggota IWAPI sudah bicara di level nasional bahkan ekspor,” ujarnya.(*)
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 12 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu






