Kebocoran saat Hujan, Rumah Reyot Milik Tomas di Lengkong Karya Mulai Dibedah
SERPONG UTARA — Rumah reyot milik Tomasrullah di Lengkong Karya RT 002/005, Serpong Utara, akhirnya mulai dibedah melalui program perbaikan Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH) milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Kamis (7/5).
Pembongkaran rumah disaksikan langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie sebagai penanda dimulainya program Bedah Rumah tahun 2026.
Sebelum dibongkar, kondisi rumah Tomasrullah memang memprihatinkan. Atap rumah kerap bocor saat hujan turun, sementara bangunan yang sudah lapuk membuat penghuni tidak nyaman tinggal di dalamnya.
“Kalau pas hujan bocoran, malam tikus suka masuk rumah. Tidur nggak tenang, ibadah juga nggak tenang,” ujar Tomasrullah.

Pria yang telah tinggal di rumah tersebut selama 15 tahun itu mengaku bersyukur rumahnya akhirnya mendapat bantuan renovasi setelah menunggu cukup lama.
“Saya berterima kasih kepada RT yang sudah mendaftarkan rumah kami, juga kepada Pak Wali Kota yang sudah menjalankan program bedah rumah ini,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, program Bedah Rumah tahun ini menargetkan 329 unit rumah tidak layak huni di seluruh wilayah Tangerang Selatan. Jumlah itu dipilih berdasarkan hasil survei lapangan dan tingkat prioritas dari lebih seribu pengajuan warga.
“Yang diajukan itu kurang lebih seribu lebih, tapi tahun ini pagu anggarannya untuk 329 unit rumah,” ujar Benyamin.

Selama program ini diluncurkan sejak 2012 silam, Pemkot Tangsel sudah memperbaiki 2.901 rumah warga yang tak layak huni.
Untuk tahun ini, setiap rumah mendapat bantuan sekitar Rp75 juta. Rumah akan dibangun ulang mulai dari fondasi hingga atap dengan konsep bangunan yang seragam.
“Karena kita bongkar dari pondasi sampai ke atas. Ada dua kamar, satu ruang keluarga, lantainya keramik, listrik dan pompa air juga sudah tersedia,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses pembangunan diperkirakan berlangsung sekitar satu hingga satu setengah bulan. Selama pengerjaan berlangsung, pemilik rumah sementara tinggal di rumah kerabat di sekitar lokasi.
Benyamin berharap program tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menghadirkan hunian yang lebih sehat dan layak.
“Program ini memang untuk membantu warga yang rumahnya sudah tidak layak huni, baik dari aspek kesehatan maupun keselamatan,” tandasnya.
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu






