Chelsea Vs Manchester City Trofi Sama Penting, Tekanan Berbeda
INGGRIS - Final Piala FA menjadi panggung penebusan bagi Chelsea sekaligus peluang Manchester City menegaskan dominasi. Di balik target yang sama, kedua tim datang ke Wembley dengan tekanan dan cerita yang berbeda.
Stadion Wembley akan menggelar Final Piala FA ke-145 antara Chelsea dan Manchester City, malam ini pukul 21.00 WIB. Kedua tim sama-sama memburu trofi, namun dengan misi yang berbeda.
Bagi Chelsea, laga ini terasa seperti kesempatan terakhir menyelamatkan musim yang berjalan tidak sesuai harapan. Besarnya investasi klub belum mampu menghadirkan stabilitas performa. Situasi makin rumit karena The Blues masih berburu pelatih permanen usai nama Liam Rosenior belum mampu memenuhi ekspektasi. Sejumlah nama seperti Xabi Alonso dan Andoni Iraola pun masuk radar manajemen.
Di final nanti, tanggung jawab besar berada di tangan pelatih tim U-21, Calum McFarlane, yang dipercaya memimpin tim di tengah situasi penuh tekanan.
Sementara itu, City datang dengan mental berbeda. Pasukan Pep Guardiola sudah mencatat sejarah bahkan sebelum final dimainkan. The Citizens menjadi klub pertama yang tampil dalam empat Final Piala FA secara beruntun. Namun, catatan tersebut belum sepenuhnya manis karena mereka gagal mengangkat trofi dalam dua final terakhir.
Sejak Guardiola menangani City pada musim 2016/2017, dominasi mereka di Piala FA begitu terasa. City membukukan 45 kemenangan dengan torehan 159 gol dan 28 clean sheet.
Guardiola sendiri sudah menjalani 23 pertandingan di Wembley bersama City dengan catatan 15 kemenangan dan 8 kekalahan. Dari laga-laga tersebut, City mencetak 34 gol dan kebobolan 18 kali.
Musim ini, Wembley juga menjadi tempat yang bersahabat bagi City. Mereka sukses menaklukkan Arsenal 2-0 di Final Piala Liga Inggris, lalu mengalahkan Southampton 2-1 di semifinal Piala FA.
Kini, City memburu satu catatan istimewa lainnya. Jika berhasil menang, mereka akan masuk dalam daftar elite klub yang mampu meraih gelar domestik ganda. Dengan ketajaman Erling Haaland dan kedalaman skuad yang dimiliki, peluang itu terbuka lebar.
Sebaliknya bagi Chelsea, trofi ini bukan sekadar gelar. Wembley bisa menjadi titik balik untuk mengakhiri musim yang penuh kekecewaan dengan sedikit kebanggaan.
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu


