TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Joko Sebut Pembeli Hewan Kurban Di Lapaknya Sepi

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Jumat, 22 Mei 2026 | 07:30 WIB
Para pedagang hewan kurban keluhkan sepinya pembelian hewan kurban tahun ini di Tangsel.
Para pedagang hewan kurban keluhkan sepinya pembelian hewan kurban tahun ini di Tangsel.

CIPUTAT-Penjualan hewan kurban di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada tahun ini dikeluhkan sejumlah pedagang karena mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dirasakan para penjual sapi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

 

 Salah seorang pedagang hewan kurban di wilayah Ciputat, Joko mengatakan, penjualan tahun ini terasa lebih lambat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

 

 Menurut Joko, hingga saat ini lapaknya baru berhasil menjual sembilan ekor sapi. Jumlah tersebut jauh di bawah capaian tahun lalu yang pada waktu serupa sudah mampu menjual lebih banyak hewan kurban.

 

 “Masih ramai tahun yang kemarin, agak sepi yang sekarang. Baru sembilan sapi,” kata Joko saat ditemui di lapaknya, Kamis (21/5).

 

 Ia menilai, kondisi tersebut kemungkinan dipengaruhi beberapa faktor. Selain karena Idul Adha masih beberapa hari lagi, faktor ekonomi masyarakat juga disebut menjadi penyebab utama menurunnya penjualan.

 

 “Kemungkinan belum karena masih ada beberapa hari lagi, tapi kalau tahun kemarin walaupun sudah jauh-jauh hari sudah laku banyak. Mungkin karena faktor ekonomi,” ujarnya.

 

 Joko mengungkapkan, pada tahun-tahun sebelumnya pembeli biasanya sudah mulai berdatangan sejak jauh hari untuk memesan hewan kurban. Namun tahun ini, transaksi cenderung berjalan lambat.

 

 Meski demikian, ia masih berharap penjualan akan meningkat mendekati hari pelaksanaan kurban. Sebab, sebagian masyarakat biasanya membeli hewan pada pekan terakhir sebelum Idul Adha.

 

 Saat ditanya mengenai kemungkinan persaingan antar lapak menjadi penyebab sepinya penjualan, Joko menilai, pengaruhnya tidak terlalu besar.

 

 Menurutnya, sebagian besar pembeli hewan kurban merupakan pelanggan lama yang sudah memiliki langganan tetap setiap tahunnya. “Bisa juga, tapi kan kalau pelanggan biasanya tetap, yang sudah sering beli,” ungkapnya.

 

 Pada musim kurban tahun ini, Joko mengaku hanya mendatangkan sekitar 25 ekor sapi ke lapaknya. Hewan yang dijual terdiri dari beberapa jenis, mulai dari limosin hingga pigeon.

 

 Ia mengatakan, jumlah stok tahun ini memang sengaja dikurangi untuk mengantisipasi kondisi pasar yang tidak menentu dan penjualan yang cenderung melambat.

 

 Selain penjualan yang menurun, harga hewan kurban tahun ini juga mengalami kenaikan. Namun kenaikannya disebut tidak terlalu signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

 

 “Tahun ini lebih ada kenaikan harga, tapi tidak besar. Yang membuat naik karena operasionalnya,” pungkasnya.(dra)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit