TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Jelang Puncak Haji, Jemaah Diminta Utamakan Keselamatan saat Jumrah

Oleh: M Rusmadi RM
Editor: AY
Selasa, 26 Mei 2026 | 18:30 WIB
Jamaah Haji berkerumun di Padang Arafah. Foto : Ist
Jamaah Haji berkerumun di Padang Arafah. Foto : Ist

ARAFAH – Musyrif Dini Haji Indonesia 2026, Asrorun Niam Sholeh, mengimbau jemaah haji Indonesia mempersiapkan kondisi fisik dan mental secara optimal menjelang puncak ibadah haji di Arafah. Kesiapan tersebut dinilai penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lancar dan aman.


“Wukuf di Arafah adalah rukun utama haji. Tanpa hadir di Arafah pada waktunya, ibadah haji tidak sah. Karena itu, jemaah harus menjaga kondisi fisik dan mental dengan baik,” ujar Asrorun Niam, Senin (25/5/2026).


Ia menjelaskan, pada 8 Zulhijah jemaah akan diberangkatkan secara bertahap menuju Arafah sesuai pengaturan dari Kementerian Haji guna memastikan seluruh jemaah tiba tepat waktu.
Selama berada di Arafah, jemaah dianjurkan memperbanyak ibadah seperti doa, zikir, salawat, salat sunah, membaca Alquran, serta melakukan muhasabah diri.


“Hari Arafah adalah hari yang penuh kemuliaan. Gunakan momen tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampun,” katanya.
Usai wukuf, jemaah akan bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina guna melaksanakan lempar jumrah dan mabit pada hari-hari tasyrik.


Asrorun Niam juga mengapresiasi skema baru pergerakan jemaah pasca-Arafah yang dinilai lebih memperhatikan aspek keselamatan tanpa keluar dari ketentuan syariah.


Ia menjelaskan, jemaah dibagi dalam tiga pola pergerakan. Pertama, jemaah yang berangkat dari Arafah pukul 19.00 menuju Muzdalifah untuk mabit hingga tengah malam sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina. Kedua, jemaah yang bergerak lebih malam dan tiba di Muzdalifah setelah tengah malam, sehingga mabit dilakukan di atas bus sebelum menuju Mina. Ketiga, jemaah dengan uzur syar’i, seperti sakit, akan diberangkatkan langsung dari Arafah ke Mina.


Menurutnya, pengaturan tersebut dilakukan demi menjaga kelancaran dan keselamatan jemaah selama puncak haji.


Selain itu, ia mengingatkan jemaah agar mengikuti jadwal lempar jumrah yang telah diatur maktab dan syarikah. Meski waktu afdal melempar jumrah adalah setelah matahari tergelincir, waktu tersebut biasanya sangat padat dan panas.


“Keselamatan jemaah harus menjadi prioritas. Jangan memaksakan diri mengejar waktu afdal jika kondisi fisik tidak memungkinkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kepatuhan terhadap jadwal yang telah ditetapkan merupakan bagian dari ikhtiar menjaga keselamatan sekaligus tetap menjalankan ibadah sesuai syariat.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit