Tradisi Kurban Kerbau di Kudus, Warisan Toleransi Sunan Kudus
JAWA TENGAH - Masyarakat Kabupaten Kudus memiliki tradisi unik saat Idul Adha. Jika di daerah lain umat Muslim umumnya berkurban sapi, warga Kudus lebih memilih kerbau sebagai hewan kurban. Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun sebagai bentuk penghormatan terhadap ajaran Sunan Kudus.
Sejarahnya bermula saat Sunan Kudus datang ke Kudus pada abad ke-16 untuk menyebarkan Islam. Kala itu, mayoritas masyarakat masih memeluk agama Hindu yang menganggap sapi sebagai hewan suci. Demi menjaga kerukunan dan menghormati keyakinan masyarakat setempat, Sunan Kudus menganjurkan umat Islam tidak menyembelih sapi dan menggantinya dengan kerbau.
Sikap toleransi tersebut membuat dakwah Sunan Kudus diterima dengan baik. Hingga kini, nilai saling menghormati itu tetap dijaga masyarakat Kudus dan menjadi bagian dari kearifan lokal yang terus lestari.
Pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, Denny Nur Hakim, mengatakan tradisi kurban kerbau merupakan warisan ajaran Sunan Kudus yang masih dipegang kuat warga hingga sekarang.
Menjelang Idul Adha, permintaan kerbau di Kudus pun meningkat tajam. Selain untuk kurban, daging kerbau juga menjadi bagian dari kuliner khas daerah tersebut, seperti soto kerbau, sate kerbau, dan nasi pindang.
Meski kini sudah ada sebagian warga yang berkurban sapi, masyarakat Kudus tetap menjaga semangat toleransi dan saling menghormati yang diwariskan Sunan Kudus sejak ratusan tahun lalu.
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 16 jam yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 14 jam yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu






