TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Lurah Cipayung Bersama Ratusan Relawan Susuri Sungai Ciputat, Bongkar Persoalan Banjir dan Genangan

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Minggu, 31 Mei 2026 | 14:52 WIB
Kegiatan Susur Sungai Ciputat yang digelar, Minggu (31/5). (Ist)
Kegiatan Susur Sungai Ciputat yang digelar, Minggu (31/5). (Ist)

CIPUTAT – Upaya mencari akar persoalan banjir dan genangan di kawasan Ciputat dilakukan melalui kegiatan Susur Sungai Ciputat yang digelar, Minggu (31/5). Lebih dari 200 relawan dari berbagai unsur terlibat dalam kegiatan tersebut dengan menyusuri aliran sungai, membersihkan sampah, sekaligus melakukan pendataan kondisi sungai.

 

Kegiatan yang dipusatkan di Kali Ciputat, tepatnya di kawasan Perumahan Cipayung Mas, Kelurahan Cipayung, ini diinisiasi oleh Forum Peduli Sungai Ciputat yang beranggotakan warga, pengurus RT/RW, komunitas lingkungan, akademisi, hingga sejumlah instansi pemerintah.

 

Tak hanya memantau dari darat, Lurah Cipayung Dini Nurlianti juga turun langsung ke sungai bersama para relawan. Ia ikut menyusuri aliran Sungai Ciputat untuk melihat kondisi riil di lapangan sekaligus membantu proses pembersihan.

 

Dini mengatakan, kegiatan tersebut berangkat dari keresahan warga yang masih kerap mengalami genangan air saat hujan turun. Sejumlah lingkungan di Kelurahan Cipayung, terutama yang berada di sekitar aliran Sungai Ciputat, masih terdampak genangan meski berbagai upaya penanganan telah dilakukan.

 

“Awalnya karena beberapa RT di wilayah kami mengalami genangan air. Ketika hujan besar memang pernah terjadi banjir cukup tinggi, tetapi sekarang masih ada genangan-genangan. Saat hujan deras maupun tidak terlalu deras, genangan itu tetap muncul. Karena itu kami ingin melihat langsung kondisi sungainya, apakah ada kendala atau persoalan yang menyebabkan aliran air tidak lancar,” ujar Dini di lokasi.

 

Menurutnya, kegiatan susur sungai bukan sekadar aksi bersih-bersih lingkungan. Para relawan juga diminta mencatat berbagai temuan di lapangan yang nantinya akan dijadikan bahan evaluasi dan data pendukung untuk penanganan sungai ke depan.

 

“Kalau ada hal-hal yang perlu dicatat sebagai data, semuanya didokumentasikan. Jadi bukan hanya membersihkan sampah, tetapi juga melihat kondisi sungai secara menyeluruh,” katanya.

 

 

Para relawan dibagi ke dalam beberapa tim yang menyisir aliran Sungai Ciputat sepanjang kurang lebih 3 hingga 4 kilometer.

 

Untuk mendukung proses pembersihan, relawan memasang dua titik jaring sampah di kawasan Pondok Cipayung Mas dan Ciputat. Sampah yang ditemukan sepanjang aliran sungai dikumpulkan dan diarahkan menuju titik penangkapan tersebut.

 

Dini mengungkapkan, kondisi sungai yang tidak merata menjadi tantangan tersendiri bagi relawan. Di sejumlah titik, kedalaman air bahkan mencapai dada orang dewasa.

 

“Tadi saya juga turun langsung ke sungai. Ada titik yang airnya sampai di atas dada. Kedalamannya berbeda-beda dan ada yang arusnya cukup deras. Karena itu sampah diarahkan ke titik jaring agar lebih aman bagi relawan,” ungkapnya.

 

Dari hasil penyisiran sementara, temuan yang paling banyak dijumpai adalah sampah rumah tangga, plastik, ranting pohon, hingga batang kayu yang tersangkut di aliran sungai. Material-material tersebut dinilai berpotensi menghambat aliran air ketika debit sungai meningkat.

 

“Bukan hanya sampah plastik, tetapi juga banyak ranting, batang pohon, dan kayu yang tersangkut. Itu yang kami angkut bersama-sama,” tambahnya.

 

 

Selain relawan, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, unsur kepolisian, kalangan akademisi, hingga komunitas pecinta lingkungan. Lebih dari 10 ambulans turut disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat selama kegiatan berlangsung.

 

Sementara itu, perwakilan relawan sekaligus salah seorang inisiator kegiatan, Nia, menjelaskan bahwa susur sungai merupakan langkah awal untuk memetakan persoalan yang selama ini diduga menjadi penyebab banjir dan genangan di wilayah yang dilintasi Sungai Ciputat.

 

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan untuk menggantikan peran pemerintah dalam menangani banjir, melainkan membantu menyediakan data dan informasi yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan langkah penanganan ke depan.

 

“Selama ini banyak yang bertanya kenapa banjir masih terjadi meski normalisasi sungai dan perbaikan drainase sudah dilakukan. Karena itu kami ingin melihat langsung kondisi sungainya, mengumpulkan data, sekaligus membersihkan sampah yang ada,” ujar wanita yang juga merupakan salah satu RT di wilayah Cipayung tersebut. 

 

Ia berharap gerakan yang diawali dari Kelurahan Cipayung itu dapat menjadi contoh bagi wilayah lain yang juga dilintasi aliran sungai.

 

“Harapannya kegiatan ini bisa menularkan semangat kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai. Kalau sungainya terjaga, manfaatnya akan dirasakan bersama,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit