TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Aktivitas Ekonomi Berbasis Daring Masuk Sensus Ekonomi 2026

Reporter & Editor : Redaksi
Rabu, 03 Juni 2026 | 10:00 WIB
Wali Kota Serang Budi Rustandi bersama jajaran menerima audiensi Badan Pusat Statistik setempat terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Selasa (2/6). BANTEN POS
Wali Kota Serang Budi Rustandi bersama jajaran menerima audiensi Badan Pusat Statistik setempat terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Selasa (2/6). BANTEN POS

SERANG – Pemerintah Kota Serang menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Serang. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah, mulai dari penerbitan surat edaran, sosialisasi kepada pelaku usaha, hingga penyampaian video dukungan oleh Wali Kota Serang.

 

Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyukseskan pelaksanaan sensus ekonomi sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

 

"Peran pemerintah daerah adalah mendukung untuk menyukseskan sensus ekonomi tahun 2026. Ini sudah kami lakukan. Yang pertama, kami sudah membuat surat edaran yang ditandatangani langsung oleh Pak Wali Kota," kata Yudi usai menerima audiensi BPS Kota Serang, Selasa (2/6).

 

Selain surat edaran, Pemkot Serang juga telah mengirimkan undangan kepada para pelaku usaha dan UMKM serta membuat video ajakan untuk berpartisipasi dalam sensus ekonomi.

 

Menurut Yudi, sinergi antara Pemkot Serang dan BPS selama ini berjalan cukup baik, terutama dalam berbagai program pembangunan daerah dan pengendalian inflasi. "Alhamdulillah komunikasi dan koordinasi dengan BPS lebih intens. Termasuk juga menyinergikan program-program pemerintah daerah, seperti program Si Cantik dengan Serang Digital," ujarnya.

 

Yudi menjelaskan, hasil sensus ekonomi nantinya akan menjadi basis data penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan. "Dengan adanya sensus ini, datanya menjadi lebih baru, lebih akurat, dan lebih faktual terhadap perkembangan yang ada. Ini akan menjadi dasar pemerintah daerah untuk menyusun program dan kegiatan ke depan," katanya.

 

Sementara itu, Kepala BPS Kota Serang, Tri Tjahjo Purnomo, mengungkapkan bahwa pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi 2026 akan dimulai pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

 

"Alhamdulillah, Pak Wali Kota sangat mendukung kegiatan ini. Mulai dari surat edaran kepada OPD, camat, lurah, sampai ketua RT. Beliau juga menyampaikan video dukungan dan siap membantu pelaksanaan sensus ekonomi sampai selesai nanti," ujar Tri Tjahjo.

 

Ia menjelaskan, tujuan utama sensus ekonomi adalah memperoleh data lengkap mengenai seluruh aktivitas ekonomi yang ada di Kota Serang, baik yang berskala besar maupun kecil.

 

"Kita ingin mendapatkan data seluruh kegiatan ekonomi yang ada di Kota Serang, mulai dari sektor pertanian, pertambangan, industri, konstruksi, perdagangan, sampai jasa-jasa. Termasuk UMKM dan usaha digital yang selama ini belum seluruhnya terdata," jelasnya.

 

Menurut Tri, perkembangan ekonomi digital menjadi salah satu fokus dalam sensus kali ini. Berbagai aktivitas ekonomi berbasis daring seperti toko online, kreator konten, hingga YouTuber akan menjadi bagian dari pendataan.

 

"Sekarang masih banyak usaha online yang belum bisa kita cover secara maksimal. Dengan adanya sensus ekonomi ini, usaha-usaha digital yang selama ini tidak terlihat bisa terdata dan berkontribusi terhadap produk domestik regional bruto Kota Serang," katanya.

 

Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Kota Serang akan menerjunkan sebanyak 529 petugas yang tersebar di enam kecamatan dan 67 kelurahan.

"Metodenya sensus, bukan sampling. Jadi kami berupaya agar tidak ada yang terlewat, baik usaha besar maupun usaha rumahan seperti warung, pedagang keliling, hingga usaha online," ujar Tri.

 

Ia berharap masyarakat dapat memberikan informasi yang jujur kepada petugas agar data yang dihasilkan benar-benar menggambarkan kondisi perekonomian Kota Serang.

 

"Saya harap masyarakat bisa menjawab dengan jujur. Kalau kita ke dokter lalu tidak jujur menyampaikan keluhan, maka obat yang diberikan tidak akan sesuai. Begitu juga dengan sensus ekonomi. Jika datanya akurat, maka kebijakan pemerintah akan lebih tepat sasaran dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

 

Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Pemkot Serang berharap tersedianya data ekonomi yang lebih akurat dan komprehensif sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan pertumbuhan ekonomi di Kota Serang.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit