Stabilitas Keuangan Terjaga Meski Rupiah Tertekan
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga meski dibayangi pelemahan nilai tukar rupiah, tingginya inflasi global, dan volatilitas pasar keuangan dunia.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah masih menekan perekonomian global melalui kenaikan harga energi dan meningkatnya ketidakpastian pasar. Namun, kondisi perbankan nasional dinilai tetap kuat dengan modal, likuiditas, dan kualitas kredit yang terjaga.
Hingga April 2026, rasio kecukupan modal (CAR) perbankan tercatat 23,97 persen, sementara rasio kredit bermasalah (NPL) gross berada di level 2,17 persen. Di sisi lain, kredit perbankan tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 11,39 persen menjadi Rp10.077 triliun.
Meski demikian, OJK tetap mewaspadai dampak lanjutan pelemahan rupiah terhadap dunia usaha, terutama sektor yang bergantung pada impor dan memiliki kewajiban valuta asing. Untuk itu, pengawasan terhadap aktivitas valas perbankan akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas sistem keuangan.
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu


