TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Benyamin: Koperasi Merah Putih Harus Jadi Motor Penggerak UMKM

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Redaksi
Rabu, 10 Juni 2026 | 07:00 WIB
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mendorong agar Koperasi Merah Putih di Tangsel dapat menjadi motor UMKM dan ladang penyerap tenaga kerja.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mendorong agar Koperasi Merah Putih di Tangsel dapat menjadi motor UMKM dan ladang penyerap tenaga kerja.

SERPONG-Keberadaan Koperasi Merah Putih kelurahan diharapkan mampu menjadi penggerak baru ekonomi kerakyatan. Tak hanya memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi juga diyakini dapat membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

 

 Saat ini, sebanyak 54 Koperasi Merah Putih telah terbentuk di 54 kelurahan se-Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel pun mendorong agar koperasi-koperasi tersebut segera bergerak dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

 

 Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dari tingkat kelurahan. Melalui koperasi, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan usaha secara bersama-sama, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

 

 “Alhamdulillah, seluruh kelurahan di Kota Tangerang Selatan telah memiliki Koperasi Merah Putih. Ini menjadi langkah penting untuk membangun kekuatan ekonomi masyarakat dari bawah, dengan melibatkan warga sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi,” ujar Benyamin, Selasa (9/6).

 

 Menurutnya, koperasi memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan UMKM yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, Koperasi Merah Putih harus mampu menjadi wadah kolaborasi sekaligus pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

 “Koperasi Merah Putih harus mampu menjadi motor penggerak UMKM. Tidak hanya mengelola usaha secara kolektif, koperasi juga harus membuka peluang kemitraan, memperluas akses pemasaran, dan membantu meningkatkan kapasitas usaha masyarakat,” katanya.

 

 Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Tangsel telah memfasilitasi proses pembentukan koperasi, pendampingan legalitas, hingga penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya pengurus. Ke depan, setiap koperasi didorong untuk mengembangkan unit usaha yang sesuai dengan potensi ekonomi di wilayah masing-masing.

 

 Benyamin menegaskan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, pembinaan dan pendampingan akan terus dilakukan agar koperasi dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

 

 “Kami ingin koperasi ini tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru di tengah masyarakat. Ketika koperasi berkembang, UMKM semakin maju, lapangan kerja bertambah, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” ungkapnya.

 

 Menurut Benyamin, program Koperasi Merah Putih juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kemandirian masyarakat. Dengan dukungan pemerintah, pengurus koperasi, pelaku UMKM, dan warga, ia optimistis koperasi dapat berkembang menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang kuat dan berdaya saing.

 

 “Harapan kami, koperasi ini benar-benar menjadi milik masyarakat, dikelola secara profesional, dan memberikan manfaat yang nyata. Jika ekonomi masyarakat bergerak dari tingkat kelurahan, maka dampaknya akan dirasakan secara luas terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang Selatan,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit