TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Prancis Vs Senegal: Misi Balas Dendam Les Bleus, Bayang-Bayang Kejutan 2002 Masih Membekas

Reporter: Farhan
Editor: AY
Senin, 15 Juni 2026 | 06:46 WIB
Ilustrasi laga Prancis vs Senegal. Foto : Ist
Ilustrasi laga Prancis vs Senegal. Foto : Ist

AS - Prancis langsung menghadapi ujian berat pada laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026. Berstatus sebagai salah satu favorit juara, Les Bleus harus berhadapan dengan Senegal—tim yang pernah menorehkan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen.


Duel yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, dini hari nanti, bukan sekadar perebutan tiga poin. Bagi Prancis, pertandingan ini juga menjadi momentum membuka jalan menuju gelar sekaligus menuntaskan kenangan pahit yang sudah menghantui selama 24 tahun.


Piala Dunia 2002 menjadi saksi bagaimana Senegal mengejutkan dunia. Saat itu, sebagai tim debutan, wakil Afrika tersebut sukses menumbangkan Prancis 1-0 pada laga pembuka. Kekalahan itu menjadi awal kegagalan Les Bleus mempertahankan gelar juara dunia.


Kini situasinya berbeda. Prancis tetap hadir sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia dengan materi pemain bertabur bintang. Sementara Senegal datang dengan identitas yang semakin matang sebagai salah satu tim Afrika paling konsisten dalam beberapa tahun terakhir.


Catatan pertemuan resmi kedua negara memang sangat terbatas. Namun, satu laga di tahun 2002 sudah cukup untuk menciptakan rivalitas emosional yang membuat pertemuan kali ini terasa spesial.


Prancis datang ke Piala Dunia 2026 dengan target jelas: kembali merebut trofi setelah sukses pada 1998 dan 2018 serta menjadi finalis pada 2022. Kedalaman skuad menjadi salah satu senjata utama mereka.


Sorotan tentu mengarah kepada Kylian Mbappé. Kecepatan, insting gol, dan pengalaman di laga besar membuat sang kapten tetap menjadi tumpuan utama Les Bleus.


Pelatih Didier Deschamps mengingatkan bahwa pertandingan pertama selalu menyimpan tekanan tersendiri.
"Piala Dunia adalah kompetisi yang sangat sulit. Setiap pertandingan harus dipersiapkan secara detail dan membutuhkan konsentrasi penuh."


Di kubu lawan, Senegal tidak datang hanya untuk bertahan. Tim berjuluk Singa Teranga tetap mengandalkan kekuatan fisik, organisasi permainan yang solid, serta transisi cepat untuk menghadapi tim besar.


Persiapan mereka menuju Piala Dunia juga cukup menjanjikan setelah mencatat kemenangan atas Peru dan Gambia serta menahan Arab Saudi.
Pelatih Senegal menegaskan timnya datang dengan ambisi besar.


"Kami menghormati Prancis, tetapi kami percaya pada kemampuan sendiri. Kami datang untuk bersaing di level tertinggi."
Pertarungan lini tengah diprediksi menjadi kunci pertandingan. Prancis kemungkinan mendominasi penguasaan bola dan membangun serangan secara sabar, sedangkan Senegal siap menekan lewat duel fisik, pressing agresif, dan serangan balik cepat.


Apakah Les Bleus akhirnya bisa membayar kekalahan bersejarah 2002, atau justru Senegal kembali menciptakan kejutan? Jawabannya akan tersaji di panggung terbesar sepak bola dunia.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit