TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Selama 6 Bulan, Aksi Tawuran Di Banten Libatkan 285 Anak 4 Meninggal

Oleh: BNN
Selasa, 15 November 2022 | 12:47 WIB
Komnas Anak Provinsi Banten mengadakan diskusi terkait tawuran di Banten. (Ist)
Komnas Anak Provinsi Banten mengadakan diskusi terkait tawuran di Banten. (Ist)

SERANG—Komisi Nasional Perlindungan (Komnas) Anak Provinsi Banten mencatat sebanyak 285 anak-anak di bawah umur terlibat dalam tawuran selama enam bulan terakhir. Empat anak tewas dan 13 lainnya mengalami luka-luka. Ketua Komnas Anak Provinsi Banten Hendry Gunawan mengatakan ratusan anak itu terlibat dalam 27 kasus tawuran.

“Ada sekitar 285 anak yang terlibat tawuran dan kekerasan berkelompok,” katanya saat ditemui di ruangan kerjanya di bilangan Ciracas, Kota Serang, Jumat (11/11) lalu.

Menurut Gunawan, tawuran dan penyerangan yang melibatkan anak-anak di bawah umur itu, menyebabkan 13 anak mengalami luka berat maupun luka ringan, serta 4 orang meninggal dunia.

“Untuk kasus meninggal terjadi di Kota Serang, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Gunawan menjelaskan agar tawuran itu tidak terulang, semua pihak, baik orangtua, sekolah hingga seluruh stakeholder untuk bersama-sama mencegah terjadinya peristiwa tersebut, “Semua instansi terkait harus terlibat dalam semua permasalahan ini, khususnya berkaitan dengan anak,” jelasnya.

Selain itu, Gunawan mengungkapkan dalam meminimalisir peristiwa itu, perlu adanya sosialisasi dan penyuluhan terhadap anak pelaku tawuran melalui keluarga, maupun sekolah.

“Saat ini kami dari Komnas Anak Provinsi Banten sedang berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Banten dan Komisi V DPRD Banten, menyusun  program pencegahan dan penanganan bertajuk ‘Rehabilitasi Sosial Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH)’ yang di dalamnya anak-anak yang terindikasi terlibat kekerasan berkelompok maupun tawuran akan dilakukan pembinanaan berkelanjutan,” jelasnya.

Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Banten, dikonfirmasi melalui sambungan telpon menjelaskan bahwa program kolaborasi penanganan anak yang terlibat tawuran dan gangster tersebut akan difokuskan dalam membina mental dan disiplin anak-anak yang berhadapan dengan hukum.

“Dinas Sosial akan menjadi leading sector dalam program ini, kami berharap anak-anak yang terindikasi terlibat tawuran dapat dibina dan kembali menjadi anak-anak yang disiplin, menjauhi kekerasan, serta menghormati orang tua dan guru,” jelas Budi.

Selain itu, Budi mendorong program ini menjadi program alternatif sebagai bentuk restorative justice dalam peradilan anak, “Kami berharap ini dapat menjadi solusi alternatif sebagai bentuk restorative justice dalam peradilan anak dan dalam tataran rehabilitasi sosial anak berhadapan dengan hukum, untuk itu tentu perlu sinergitas lintas sektor yang cukup komprehensif.

Dalam mengawali hal tersebut Dinas Sosial bersama Komnas Anak Banten akan melaksanakan kegiatan tersebut. Program ini diinisiasi sebagai bentuk hadirnya pemerintah provinsi banten dengan adanya fenomena gangster remaja yang perlu penangan segera, insyallah program ini akan dilaksanakan di tahun 2023, jelasnya.

Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten Yeremia Mendrofa dalam sambungan telpon mendukung program yang diinisiasi oleh Komnas Anak Provinsi Banten,

“Dalam beberapa kesempatan saya terjun langsung ke sekolah untuk memberikan pemahaman serta motivasi supaya anak-anak tidak terlibat tawuran, kekerasan, bullying, diskriminasi, Napza, pergaulan bebas dan kegiatan negatif yang merusak masa depan.  Setelah mendapat informasi program penanganan terintegrasi yang akan diadakan oleh Komnas Anak dan Dinsos, tentu secara kelembagaan kami mendukung program ini dilaksanakan,” jelas Yeremia.

Yeremia berharap program ini dapat menjadi program bersama dan menjadi focus pemerintah dalam penanganan anak-anak yang berhadapan dengan hukum.

“Dalam pelaksanaannya nanti, kami berharap seluruh Lembaga dan tentu saja pemerintah provinsi Banten dapat bahu membahu mendorong agar penanganan anak-anak yang terlibat tawuran ini menjadi program berkelanjutan sebagai bentuk hadirnya pemerintah dalam memberikan ruang masa depan yang baik bagi anak-anak di Banten,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo