Warga Digegerkan Penemuan Mayat Di Sungai Ciujung Lebak
LEBAK - Warga Desa Margatirta, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, digegerkan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas yang mengapung di aliran Sungai Ciujung, tepatnya di bawah Jembatan Leuwijaksi, Rabu (1/7).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang memancing di sekitar lokasi. Awalnya, saksi mencium aroma bau menyengat yang diduga berasal dari bangkai.
Setelah menelusuri sumber bau tersebut, saksi menemukan sesosok mayat mengapung di pinggir Sungai Ciujung. Pemancing itu pun langsung melaporkan temuannya kepada warga sekitar serta pihak kepolisian Cimarga.
Tak sedikit warga berhenti di atas jembatan, hanya untuk melihat sesosok mayat tanpa identitas tersebut. Pihak kepolisian langsung berdatangan ke lokasi, dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga dibantu warga setempat langsung melakukan evakuasi terhadap mayat tersebut.
Salah seorang warga, Asep mengaku sengaja berhenti di atas jembatan karena mendapatkan informasi ada sesosok mayat yang mengapung di Sungai Ciujung.
“Saya dapat info ada mayat, makanya saya kesini (Sungai Ciujung,red) ingin melihat mayatnya. Tapi katanya sih, identitas mayatnya tidak diketahui,” kata Asep, Rabu (1/7).
Kapolsek Cimarga, AKP Pipih Iwan Hermansyah, membenarkan, adanya penemuan mayat tersebut. Menurutnya, petugas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Benar, telah ditemukan sesosok mayat tanpa identitas di Sungai Ciujung, tepatnya di bawah Jembatan Leuwijaksi, Desa Margatirta, Kecamatan Cimarga. Mayat ditemukan oleh warga yang sedang memancing setelah mencium bau menyengat dari arah sungai,” ungkap AKP Pipih kepada wartawan.
Ia menjelaskan, personel Polsek Cimarga bersama Tim Inafis Polres Lebak langsung melakukan olah TKP. Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani proses identifikasi dan autopsi.
“Tindakan yang kami lakukan adalah olah TKP bersama Tim Inafis, kemudian korban dibawa ke rumah sakit untuk proses autopsi,” katanya.
Pipih mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan sudah berapa lama korban meninggal dunia. Penyebab kematian maupun perkiraan waktu kematian, masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik.
“Untuk perkiraan sudah berapa lama korban meninggal, kami belum bisa memastikan. Nanti hasil pemeriksaan dokter forensik yang akan menjelaskan,” ungkapnya.
Hingga saat ini, identitas korban maupun penyebab pasti kematiannya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Lifestyle | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu






