TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Serapan APBD Sentuh 31 Persen Hingga Juni

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Selasa, 07 Juli 2026 | 07:58 WIB
SERAPAN ANGGARAN. Serapan anggaran Pemkot Tangsel sentuh 31 persen per Juni 2026.
SERAPAN ANGGARAN. Serapan anggaran Pemkot Tangsel sentuh 31 persen per Juni 2026.

CIPUTAT-Realisasi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga akhir semester pertama 2026 mencapai 31 persen. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel optimistis capaian tersebut akan terus meningkat pada semester kedua seiring percepatan pelaksanaan program di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

 

 Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Tangsel, Hadi Widodo mengatakan, angka tersebut merupakan realisasi anggaran hingga 30 Juni 2026. Menurutnya, masih tersedia waktu yang cukup untuk mendorong percepatan penyerapan anggaran hingga akhir tahun.

 

 "Saat ini sudah 31 persen, sampai dengan akhir bulan kemarin ya per 30 Juni. Kita harus optimis lah," ujar Hadi saat dihubungi, Senin (6/7).

 

 Ia menjelaskan, secara umum tidak terdapat kendala dari sisi ketersediaan anggaran maupun proses pencairan. Hambatan terbesar justru masih berada pada tahapan pengadaan barang dan jasa di masing-masing OPD.

 

 "Secara umum mungkin di proses pengadaan. Kalau dari sisi ketersediaan anggaran sih kita Insya Allah siap sebenarnya ada. Tapi mungkin masing-masing OPD punya kendala teknis masing-masing," katanya.

 

 Menurut Hadi, proses pengadaan yang memerlukan waktu cukup panjang membuat realisasi anggaran belum maksimal pada semester pertama.

 

 "Memang porsi besarnya ada di konstruksi. Itulah yang mungkin banyak ada kendala di proses pengadaan. Karena porsinya besar, tentu berimbas terhadap persentase serapan anggaran secara keseluruhan," jelasnya.

 

 Selain itu, pembayaran pekerjaan fisik kepada pihak ketiga baru dapat dilakukan setelah pekerjaan selesai. Kondisi tersebut menyebabkan realisasi anggaran belum tercatat meski sejumlah proyek telah berjalan. "Kalau fisik itu kan pekerjaannya selesai dulu, baru dibayar kepada pihak ketiga," ungkapnya.

 

 Ia menyebut, OPD yang menangani pembangunan fisik masih menjadi kelompok dengan tingkat serapan anggaran terendah. Sebaliknya, sejumlah perangkat daerah yang didominasi belanja operasional mencatat realisasi lebih tinggi.

 

 "Yang tertinggi penyerapannya Inspektorat. Kemudian Setwan dan Setda juga tinggi-tinggi penyerapannya," tuturnya.

 

 Memasuki semester kedua, BKAD akan terus mendorong percepatan pelaksanaan kegiatan serta membantu OPD menyelesaikan berbagai kendala teknis agar target serapan anggaran hingga akhir tahun dapat tercapai.

 

 "Pastinya harus ada percepatan dan penyelesaian terhadap kendala-kendala. Dicari dulu kendalanya apa, kemudian dicarikan solusinya. Dari sisi kebijakan maupun ketersediaan anggaran tidak ada hambatan," pungkasnya.(rmn)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit