Gelombang Panas Pecahkan Rekor di AS, Suhu Tembus 43 Derajat Celsius
AS – Gelombang panas ekstrem kembali melanda wilayah tengah Amerika Serikat (AS) dan memecahkan rekor suhu tertinggi di sejumlah daerah. Pada Minggu (12/7) waktu setempat, suhu udara di beberapa kota mencapai 43 derajat Celsius, menjadi yang tertinggi dalam lebih dari 150 tahun terakhir.
Berdasarkan data awal Layanan Cuaca Nasional AS yang dikutip AFP, Senin (13/7/2026), suhu di Salt Lake City, ibu kota Negara Bagian Utah, serta Billings, kota terbesar di Montana, sama-sama menyentuh 109 derajat Fahrenheit atau sekitar 43 derajat Celsius.
Rekor tersebut melampaui catatan sebelumnya, yakni 107 derajat Fahrenheit (41 derajat Celsius) di Salt Lake City dan 108 derajat Fahrenheit (42 derajat Celsius) di Billings.
Panas ekstrem juga memperburuk upaya pemadaman kebakaran hutan besar yang tengah melanda Colorado dan Utah. Kondisi cuaca yang sangat panas diperkirakan masih akan berlangsung hingga Selasa (14/7) waktu setempat.
Sepekan sebelumnya, gelombang panas juga menerjang wilayah timur AS. Suhu di New York dan Philadelphia sempat mencapai sekitar 104 derajat Fahrenheit atau 40 derajat Celsius.
Para ilmuwan menilai frekuensi dan intensitas gelombang panas yang terus meningkat di berbagai belahan dunia berkaitan erat dengan perubahan iklim akibat emisi gas rumah kaca dari pembakaran batu bara, minyak, dan gas.
Fenomena serupa juga terjadi di Eropa Barat yang baru saja mencatat bulan Juni terpanas sepanjang sejarah. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gelombang panas di kawasan tersebut telah menyebabkan lebih dari 1.300 orang meninggal dunia.
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




