TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Setelah Penantian 30 Tahun, Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela Senilai Rp378 Triliun

Reporter & Editor : AY
Kamis, 16 Juli 2026 | 16:31 WIB
Presiden Prabowo pada peresmian peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026). Foto : Ist
Presiden Prabowo pada peresmian peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026). Foto : Ist

MALUKU - Presiden Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026). Proyek energi senilai 20,94 miliar dolar AS atau sekitar Rp378 triliun itu resmi memasuki tahap pembangunan setelah penantian selama hampir tiga dekade.


Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual dari Istana Kepresidenan Jakarta, Prabowo mengungkapkan rasa syukur atas dimulainya proyek yang telah lama dinantikan masyarakat.


"Tiga dekade, tiga dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan. Pembangunan ini tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya," ujar Prabowo.


Kepala Negara juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan proyek tersebut, termasuk mitra internasional dan perusahaan nasional.


"Kita hargai kawan-kawan kita dari Jepang yang berinvestasi di sini, yaitu INPEX. Saya juga berterima kasih kepada saudara-saudara kita dari Malaysia, Petronas, yang turut berpartisipasi. Dan tentu kita bangga karena perusahaan nasional kita, Pertamina, juga mengambil bagian. Semua bahu-membahu bekerja agar proyek ini sukses, segera berproduksi, dan cepat memberikan manfaat bagi bangsa," katanya.


Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas. Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan sekitar 35.000 barel kondensat per hari guna memperkuat ketahanan energi nasional.


"Setelah melalui proses pengembangan selama hampir tiga dekade sejak penandatanganan kontrak pada 1998, proyek ini akhirnya memasuki tahap konstruksi," ujar Prasetyo dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026).


Ia menambahkan, hingga awal Juli 2026 progres Front End Engineering Design (FEED) telah mencapai 79,56 persen, melampaui target yang ditetapkan. Sejumlah perizinan strategis dan penyelesaian desain fasilitas utama juga terus berjalan sesuai jadwal sebagai persiapan menuju Final Investment Decision (FID) yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.


Prasetyo optimistis Kilang LNG Abadi Masela akan menjadi salah satu pusat industri energi terbesar di Indonesia Timur, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ketahanan energi nasional.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit