TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Sudaryono Tinjau Korban Dugaan Keracunan MBG di Semarang, Dapur SPPG Langsung Disuspend

Reporter: Farhan
Editor: AY
Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:31 WIB
Kepala BGN Sudaryono (tengah berdiri) usai menjenguk korban dugaan keracunan di Semarang. Foto : Ist
Kepala BGN Sudaryono (tengah berdiri) usai menjenguk korban dugaan keracunan di Semarang. Foto : Ist

SEMARANG – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono bergerak cepat menyusul dugaan keracunan massal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang. Pada Sabtu (1/8/2026), ia menjenguk para korban sekaligus memastikan penanganan medis berjalan optimal.


Sudaryono mengunjungi sejumlah rumah sakit yang merawat korban, yakni RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau langsung kondisi para korban serta memberikan perhatian terhadap proses penanganan yang dilakukan tenaga medis.


Insiden ini menimpa ratusan siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, sebanyak 707 orang diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan Program MBG yang dibagikan pada Jumat (31/7/2026). Jumlah tersebut terdiri atas 693 siswa dan 14 guru yang mengalami gejala seperti pusing, mual, dan muntah.


Sudaryono mengatakan BGN masih melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan juga masih berlangsung.


"Tim investigasi masih bekerja untuk mendalami kasus ini. Kami ingin memastikan penyebabnya berdasarkan hasil pemeriksaan yang komprehensif," kata Sudaryono, Sabtu (1/8/2026).


Ia menegaskan BGN tidak akan mentoleransi kelalaian dalam pelaksanaan Program MBG. Sebagai langkah antisipasi, operasional dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait telah disuspend sambil menunggu hasil investigasi dan evaluasi.


"Kalau nanti terbukti ada kelalaian, kami akan melakukan suspend terhadap SPPG yang terkait sambil menunggu hasil evaluasi dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.


Pemerintah bersama instansi terkait terus menangani para korban dan mengusut penyebab insiden tersebut agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan mengutamakan keamanan pangan.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit